ISIS Rencanakan Serangan Bom pada Laga El Clasico Barcelona vs Real Madrid

Terosis ISIS ini merencanakan serangan saat digelar laga el-Clasico antara Barcelona dan Real Madrid.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
net
Estadio Camp Nou 

TRIBUNJOGJA.COM, MADRID - Seorang teroris yang diduga berafiliasi dengan Negara Islam (Islamic State atau ISIS di Suriah dan Irak) ditangkap di Barcelona pekan lalu.

Ia dipercaya merencanakan serangan saat digelar laga el-Clasico antara Barcelona dan Real Madrid.

Media Spanyol, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di satuan polisi antiterorisme, yang ditangkap warga Maroko.

Penangkapan terjadi pada Jumat, 8 Mei 2020 lalu.

Ahli Rusia Bantu Venezuela, Dua Warga AS Dituduh Terlibat Terorisme

Dikutip dari Russia Today, Rabu (14/5/2020), tersangka berencana membuat kekerasan di tengah penggemar sepak bola di Stadion Camp Nou.

Rencana disusun sebelum pandemi coronavirus dan lockdown nasional di Spanyol.

Hakim Jose Luis Calaman memerintahkan tersangka ditahan menunggu persidangan atas tuduhan mempromosikan ISIS dan menghasut terorisme.

Moskow Sangkal Tuduhan Turki, Operasi Militer ke Idlib untuk Basmi Teroris

Dia ditangkap badan intelijen Spanyol, SIGC, dengan bantuan Direktorat Jenderal Pengawasan Teritorial (DGST) Maroko dan FBI.

Menurut laporan di media La Sexta, tersangka berniat menggunakan drone untuk melakukan serangan di Camp Nou, meskipun pihak berwenang belum menemukan bukti drone.

Mereka sekarang sedang menyelidiki apakah pria itu berusaha untuk mendapatkan bahan peledak atau apakah ia bermaksud melakukan penusukan massal atau kemungkinan serangan lain menggunakan kendaraan.

Seperti halnya sebagian besar musim olahraga di seluruh dunia, liga Spanyol ditunda karena coronavirus.

Situasi itu secara tidak langsung mencegah tersangka melakukan serangan mematikan seperti itu.

Pria itu disebutkan terobsesi video ekstrem yang diproduksi dan dibagikan pengikut IS/ISIS lewat internet.

Dia diyakini telah berjanji kesetiaan kepada pemimpin baru kelompok itu, Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurashi.

Tersangka mengalami radikalisasi online selama empat tahun terakhir dan mempertahankan kontak dengan seorang rekan senegaranya yang memperjuangkan kelompok teroris di Suriah.

Tersangka rupanya membuat beberapa pernyataan di media sosial yang menunjukkan dukungan untuk IS dan kebenciannya terhadap barat.

Ia juga ditemukan melanggar peraturan lockdown nasional. Polisi telah memantau aktivitas online tersangka selama beberapa bulan terakhir.

Terlepas dari  situasi lockdown akibat coronavirus di seluruh dunia, beberapa serangan telah terjadi selama pandemi di Eropa, terutama di Prancis.

Tetapi kebijakan isolasi wilayah dan peningkatan kewaspadaan oleh pihak berwenang mencegah terjadinya insiden lebih besar.

Badan intelijen Spanyol menangkap seorang militan senior IS dan beberapa kaki tangannya di wilayah Andalusia pada April.

Di AS,sebaliknya  Departemen Kehakiman AS telah memperingatkan namun dengan sedikit bukti, wabah coronavirus mendorong kelompok teroris melakukan aksinya.

Hal ini dikemukakan John Demer, asisten jaksa agung untuk keamanan nasional di Departemen Kehakiman AS dikutip media Politico.

Demers memperingatkan kelompok teroris akan mengambil keuntungan dari situasi  tertentu, meskipun ia mengakui secara trend tidak ada kecenderungan umum yang menguatkan.

"Beberapa orang menunda rencana, dan orang lain mengatakan, “Ya saya harus mempercepat ini karena mungkin semua perbatasan akan segera ditutup,” Demers.

Kelompok supremasi kulit putih di AS termasuk bahaya besar yang juga diawasi secara seksama oleh otoritas keamanan negara itu.

(Tribunjogja.com/Setya KS)  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved