Bisnis

Sambut Ramadan, BI Yogyakarta Sudah Siapkan Layanan Penukaran Uang

Deputi Direktur BI Yogyakarta, Miyono mengatakan, penukaran uang bagi masyarakat sudah dilaksanakan sejak awal Ramadan dan dapat dilakukan disemua per

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Deputi Direktur BI Yogyakarta, Miyono saat ditemui TRIBUNJOGJA.COM, Rabu (13/05/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menyambut momen Ramadan, BI Yogyakarta sudah menyiapkan layanan penukaran uang bagi masyarakat.

Deputi Direktur BI Yogyakarta, Miyono mengatakan, penukaran uang bagi masyarakat sudah dilaksanakan sejak awal Ramadan dan dapat dilakukan disemua perbankan.

"Sebelumnya, BI Yogyakarta sudah mempersiapkan penukaran uang keliling di beberapa tempat. Namun karena adanya pandemi Covid-19, kegiatan penukaran uang keliling terpaksa kami batalkan. Hal ini untuk mengurangi tingkat kerumunan yang dapat menyebabkan penyebaran Covid-19," ujarnya saat ditemui TRIBUNJOGJA.COM Rabu (13/5/2020).

Bank Indonesia DIY Kolaborasi Gelar Startup Weekend

Dengan kondisi adanya pandemi Covid-19 sekarang ini, modal yang dipersiapkan oleh BI Yogyakarta juga mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 lalu.

"Sekarang ini, modal uang yang sudah kami persiapkan dalam momen Ramadan yaitu sebesar Rp 2,6 Triliun. Jika dibandingkan tahun sebelumnya modal yang dipersiapkan mengalami penurunan. Tahun 2019 lalu modal yang dipersiapkan saat momen Ramadan yaitu sebesar Rp 5,6 Triliun," bebernya.

Hal ini dikarenakan oleh 2 faktor yaitu faktor kegiatan ekonomi yang mengalami penurunan dan program BI yang sedang menggalakkan transaksi secara non tunai.

Selain itu, dalam rangka mendukung anjuran pemerintah mengenai aturan physical distancing, pelayanan pengedaran uang baik penarikan dan penyetoran di Bank Indonesia dibagi menjadi 2 tempat.

"Transaksi pengedaran uang dapat dilakukan di Bank Indonesia Yogyakarta sendiri dan kami sewa gedung di BPD di Jalan Maguwoharjo," katanya.

Hasil Survei G4S, Transaksi di Indonesia Masih Didominasi Pembayaran Uang Tunai

"Biasanya kasir yang bertugas di BI sendiri juga dilakukan secara bersamaan tetapi sekarang ini tim kasir yang bertugas di BI, kami bagi dua. Jadi ada yang WFO dan WFH untuk menghindari keramaian," sambung Miyono.

Jam operasional untuk penarikan dan penyetoran pun di BI Yogyakarta juga mengalami perubahan.

"Biasanya pelayanan dilakukan setiap hari. Namun sekarang ini pelayanan bagi perbankan untuk penarikan dan penyetoran dilakukan seminggu 2 kali yaitu setiap Senin dan Jumat dari pukul 09.00 WIB hingga selesai. Namun jika dari pihak perbankan menghendaki untuk menambah operasional, kami tambahkan di hari Rabu," tuturnya.

Miyono menambahkan, dalam menjaga kesehatan dan keamanan, BI Yogyakarta juga sudah melakukan rapid test kepada para pegawainya

"Alhamdulillah waktu dilakukan pengecekan rapid test terhadap para pegawai BI hasilnya dinyatakan negatif. Selain itu kami juga melakukan pensterilan uang. Jadi semua uang setoran kami karantina selama 14 hari tidak boleh ada yang menyentuh dan kami lakukan penyemprotan desinfektan baru diolah. Pegawai yang melakukan pengolahan juga sesuai anjuran WHO seperti memakai masker dan hand sanitizer. Bahkan semua ruangan juga kami lakukan penyemprotan setiap minggunya," bebernya.

BI Yogyakarta sebelumnya juga sudah mengimbau kepada semua perbankan untuk memberikan fasilitas pelayanan sesuai anjuran pemerintah untuk menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer bagi masyarakat. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved