Yogyakarta

Hasil Survei G4S, Transaksi di Indonesia Masih Didominasi Pembayaran Uang Tunai

Sebanyak 50-55 persen transaksi di Indonesia masih menggunakan uang tunai di tengah maraknya metode pembayaran non-tunai.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Strategy and Business Develompent Director G4S, Paul van deer Knap (kiri) saat memaparkan hasil risetnya kepada awak media di Hotel Tentrem Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh “The G4S World Cash Report”, di Indonesia penggunaan uang tunai (cash money) masih dominan.

Tribunjogja.com mencatat, sebanyak 50-55 persen transaksi di Indonesia masih menggunakan uang tunai di tengah maraknya metode pembayaran non-tunai.

Baca: Rahasia Di Balik Pinjam Uang Online Cepat 15 Menit Langsung Cair di AwanTunai

Di Indonesia, pembayaran uang tunai masih menjadi tulang punggung transaksi keuangan.

Penggunaan uang tunai ini juga masih banyak ditemukan di 18 negara dari 24 negara yang disurvei seperti India dan Thailand.

Strategy and Business Develompent Director G4S, Paul van deer Knap saat menggelar jumpa pers di Hotel Tentrem Yogyakarta pada Kamis (6/9/2018) mengatakan, penggunaan uang tunai masih penting, semakin banyak penggunaan uang tunai semakin baik ekonomi bagi suatu negara.

"Pada akhirnya soal transaksi apapun cara pembayarannya baik tunai maupun non tunai, tidak bermasalah bagi negara, asalkan masih ada transaksi, ekonomi tetap berjalan," ujar Paul.

Ia menambahkan, tidak semua masyarakat Indonesia mempunyai akun bank, sehingga transaksi masih bergantung pada uang tunai.

Paul menyebutkan, sebanyak 2 miliar orang di dunia belum mempunyai akun bank.

"Dari segi keuntungan, tergantung dari analisis yang instrumen, transaksi yang digunakan tunai atau non tunau, pilihan memberikan kebebasan itu bisa menggunakan online transaksi. Kalau ke warung jajan menggunakan uang tunai kan lebih nyaman," lanjutnya.

Paul melanjutkan, sebagian besar negara berkembang seperti India dan Thailand juga menggunakan uang tunai.

Ia juga mencontohkan Jerman yang masih dominan mengggunakan uang tunai, sebesar 80 persen transaksi di Jerman masih menggunakan uang tunai karena berkaitan dengan privasi.

"Pembayaran non-tunai di Jerman masih rendah, karena sudah melekat di akar masyarakat bahwa ini masalah privasi dan pemerintah tidak boleh mengintervensi cash," tuturnya.

Berbeda dengan Swedia yang justru penggunaan uang tunainya rendah, hanya sekitar 15 persen saja, hal ini karena sistem yang dicanangkan pemerintah ialah sistem yang terintegrasi secara online.

"Penggunaan uang tunai di Swedia tidak terlalu populer, karena aturan pemerintah. Privasi tergantikan dengan kenyamanan," kata dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved