Advertorial
Dinsos DIY Mulai Salurkan Bantuan pada Lansia Terlantar
Di tengah pandemi Covid-19 Dinas Sosial (Dinsos) DIY pada bidang Jaminan Sosial (Jamsos) dan Perlindungan Lanjut Usia (Lansia) tetap melaksanakan tuga
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah pandemi Covid-19 Dinas Sosial (Dinsos) DIY pada bidang Jaminan Sosial (Jamsos) dan Perlindungan Lanjut Usia (Lansia) tetap melaksanakan tugas rutin tahunan yang telah terjadwal lewat pemberian bantuan kepada sejumlah lansia di wilayah setempat.
Meski sejumlah anggaran awal yang direncakan direvisi untuk membantu percepatan penanganan Covid-19, namun beberapa program utama pemberian bantuan terhadap lansia utamanya yang telantar tetap sesuai dengan ketentuan dan akan mulai disalurkan pada pekan ini.
Kepala Seksi Jamsos dan Perlindungan Lansia Dinsos DIY, Mulyanta mengatakan, Lanjut usia terlantar adalah para lansia yang karena faktor tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, sehingga menjadi tanggung jawab negara dan daerah untuk memberikan bantuan sesuai dengan amanat undang-undang.
Berdasarkan data 2016 lalu, jumlah lansia di wilayah DIY sekitar 14,7 persen atau 528 ribu daripada jumlah penduduk DIY yang sebanyak 3,6 juga jiwa.
Sementara jumlah lansia terlantar yakni sebanyak 8,3 persen atau sejumlah 43 ribu lebih.
Angka itu tidak banyak berubah dibanding dengan tahun ini, namun dipastikan bahwa trennya meningkat.
• Bagaimana Nasib Lansia Terlantar di DIY? Begini Penjelasan Dinas Sosial
Jumlah lansia diatas tidak sepenuhnya di kover bantuan oleh APBD setempat.
Kemampuan APBD DIY hanya mampu menanggung sebanyak 1.210 lansia.
Sementara bantuan lewat APBN hanya mampu menanggung sebanyak 1.067.
Angka itu masih tergolong kecil dari pendataan riil di lapangan.
Sehingga, Dinsos DIY menyiasatinya dengan membagi lansia tersebut untuk mendapat bantuan lewat Program Keluarga Harapan (PKH) bagi lansia yang belum terkover bantuan.
Selain itu, juga dibantu lewat APBD kabupaten/kota serta melalui Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Yogyakarta.
"Perhatian kita kepada lansia tiap tahun melalui anggaran APBD terus meningkat, hak ini menunjukkan keseriusan kita untuk menangani lansia di wilayah DIY. Tahun ini kita anggarkan sekira Rp3 miliar lebih untuk itu," ucap Mulyanta, Selasa (12/5/2020).
Ada pun program bantuan yang diberikan kepada lansia bentuknya berbagai macam. Bantuan yang diberikan lewat dana APBD tahun ini diwujudkan dengan program bantuan permakanan ke sejumlah lokasi panti sosial di kab/kota DIY (kepada 100 orang), pemberian bantuan jaminan sosial lanjut usia (JSLU) sebanyak Rp200 ribu selama enam bulan (penerima sebanyak 1000), fasilitas lanjut usia melalui home care (kepada 700 orang), bantuan penguatan kelembagaan lansia, serta bedah kamar lansia (25 orang).
"Untuk yang JSLU disalurkan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebagai pendamping lansia dan dimulai bulan depan," jelas Mulyanta.
• Dinas Sosial DIY Siapkan Bantuan Logistik bagi Pasien Covid-19 yang Tidak Diterima Masyarakat
Selain itu, pada masa pandemi Covid-19 ini pihaknya juga memberikan bantuan kepada sebanyak 750 lansia dengan bantuan berupa uang tunai senilai Rp266 ribu per orang pada tahap pertama dan bantuan sembako pada tahap kedua.
"Kita menyisir lansia mana yang belum benar-benar belum tersentuh oleh program ini. Karena saat Covid-19 ini bantuan sosial banyak yang disalurkan baik oleh Kementerian maupun kabupaten/kota," ucap dia.
Di sisi lain, untuk bantuan melalui dana APBN di wilayah setempat ada sekitar 518 orang lansia se-DIY yang mendapat bantuan Progres LU dengan bantuan uang tunai Rp2.750 ribu selama enam bulan yang dikelola oleh LKS.
Karena kondisi Covid-19, dana itu diperbolehkan oleh Kementerian Sosial untuk dibagikan oleh Dinsos tidak menunggu selama enam bulan berturut-turut.
Namun, bantuan yang disalurkan mesti dipastikan agar benar-benar dipakai untuk memenuhi kebutuhan pokok para lansia.
Dana senilai Rp2.750 ribu itu dibagi ke dalam beberapa program lain yakni bantuan bertujuan lanjut usai (Bantulu) sebesar Rp1.500 ribu, kemudian dana yang tersisa diberikan lewat bantuan lain berupa pelayanan harian lanjut usia, dukungan keluarga lanjut usia, dan juga pelayanan home care.
"Salah satu bentuk program home care yang kita lakukan yakni kegiatan senam bagi lansia yang masih bisa The Activity of Daily Living (ADL). Namun pertemuannya tetap berstandar pencegahan Covid-19," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)