Lifestyle

Mengatur Keuangan Ramadan di Tengah Wabah Corona

Pengurus Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY sekaligus konsultan perencanaan keuangan, Himawan Adhi menjelaskan, dalam menghadapi situ

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Pengurus Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY sekaligus konsultan perencanaan keuangan, Himawan Adhi 

Himawan mengatakan, saat pandemi membuat kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Tentu hal ini membuat beberapa keperluan atau pengeluaran menjadi berkurang seperti anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM), liburan ataupun biaya penginapan di hotel.

" Biasanya sebelum ada pandemi lebih banyak mengabiskan aktivitas di luar rumah. Namun, sekarang kebalikannya aktivitas di rumah lebih banyak. Tentunya pengeluaran seperti BBM bisa dihemat untuk kepeuan Ramadan," ujar Himawan.

Industri Jasa Keuangan Tetap Beroperasi Saat PSBB Berlangsung

"Tak hanya itu, penghematan juga bisa dilakukan seperti uang cuci motor. Misalnya dalam seminggu bisa satu kali seharga Rp10 ribu setiap kali cuci. Saat Corona motor bisa dicuci sendiri. Hitungannya jika dalam sebulan bisa mencuci motor sebanyak 4 kali berarti Anda bisa menghemat Rp 40 ribu tiap bulannya yang bisa digunakan untuk keperluan lain yang lebih penting," tambah Himawan.

3. Mencari sumber pendapatan baru

Menurut Himawan, dengan kondisi seperti bisa dimanfaatkan untuk mencari sumber penghasilan baru. Misalnya dengan cara berjualan makanan berbuka puasa atau kue kering lebaran.

"Saat ini kita dipaksa untuk bisa bertahan (survive) dalam menghadapi kondisi sulit. Kita harus bisa menciptakan peluang yang menghasilan keuntungan yang menjadi sumber penghasilan baru kita," ujar Himawan.

4.Perlunya emergency fund atau dana segera

Setiap orang yang sudah memiliki penghasilan diharuskan memiliki dana segera untuk mengantisipasi terjadinya krisis keuangan.

Menurut Himawan, dana segera berbeda dengan tabungan. emergency fund atau dana segera harus bersifat liquid ( mudah dicairkan) dalam kondisi apapun berbentuk.

Prinsipnya dana ini dipakai untuk hal yang mendesak dan bersifat cepat atau segera. Seperti dalam kondisi saat ini, apabila memiliki emergency fund kemungkinan imbas dari pandemi yang dirasakan tidak terlalu besar (karena sudah ada tindakan pencegahan sebelumnya).

Himawan pun menjelaskan cara menghitung emergency fund saat terjadinya krisis keuangan.

"Secara formula menggunakan pendekatan pengeluaran. Di mana dihitung dari lamanya penggunaan emergency fund, adapun deret angkanya dimulai dari 3,6,9,12 (bulan),"terangnya.

Maksudnya, apabila Anda memiliki pengeluaran sebesar Rp 5 juta per bulan maka untuk emergency fund selama tiga bulan. Anda harus menyiapkan dana sebesar Rp15 juta untuk saving money agar keuangan Anda tetap aman.

Lalu, dengan pengeluaran yang sama tiap bulannya. Ketika Anda ingin menyimpan emergency fund selama enam bulan artinya anda harus menyiapkan dana sebesar Rp30 juta, begitupun seterusnya. Lebih lama anda persiapkan emergency fund akan lebih baik untuk kestabilan keuangan.

Paguyuban Keuangan Desa Kabupaten Bantul Bantu Sembako untuk Warga di Karantina

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved