Buah Bibir
Ramadan di Yogyakarta Jadi Momen Unik bagi Aripah
Momen Ramadan sewaktu kuliah di Yogya sangat memberikan pengalaman unik yang belum pernah didapatkan di kampung kelahirannya dulu.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Momen Ramadan selalu memberikan pengalaman yang berkesan bagi setiap orang.
Satu diantaranya yaitu gadis kelahiran Palembang 27 Mei 1996 yang bernama Aripah.
Setelah lulus sekolah, ia memilih Yogyakarta sebagai tempat untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi dan tempatnya bekerja.
Ia mengenyam pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Aripah merupakan mahasiswi angkatan 2014 dan lulus 2018 silam.
• Fitri Aliyah Dapat Banyak Pelajaran Kehidupan dari Pesantren
Sekarang ini, ia bekerja sebagai konsultan pendidikan di sebuah perusahaan bimbingan belajar online di Yogyakarta.
Momen Ramadan sewaktu kuliah di Yogya sangat memberikan pengalaman unik yang belum pernah didapatkan di kampung kelahirannya dulu.
"Karena berbeda adat mungkin ya jadi pertama kali aku di Jogja itu tradisi Ramadannya unik. Dan juga awalnya merasakan momen Ramadan di Yogya itu kaget soalnya tradisi semacam ini di kampung kelahiranku itu tidak ada," ujarnya.
Dia melanjutkan, untuk pengalaman unik yang baru pertama kali didapatkan semenjak di Yogya yaitu takbiran keliling, pembuatan takjil secara bergiliran, tadarus bersama-sama dan tradisi padusan.
Selain itu, dulu momen Ramadan selalu ia habiskan bersama dengan teman-teman kuliahnya.
"Biasanya sama teman-teman kuliah ada buka bersama. Seru banget malahan dulu makan bareng-bareng di atas daun itu. Lainnya itu juga biasanya sama teman-teman ngabuburit di Pasar Jalur Gaza untuk membeli makanan buat buka puasa," kata dia.
Momen Ramadan tahun ini ia rasakan begitu berbeda dengan adanya pandemi Covid-19.
"Jelas ada perbedaannya. Semua tradisi di Yogya di hapus semua. Bahkan menyalakan kembang api saat pertama puasa tidak ada. Selain itu tidak boleh ke masjid, tidak ada tadarusan dan Salat Tarawih yang biasanya sama teman-teman tidak ada," katanya.
• BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 9 Mei 2020, Bertambah 3 Kasus Positif Baru
Namun dengan adanya pandemi Covid-19 ini, ia mendapatkan berbagai pelajaran yang positif dalam menyambut kegiatan Ramadan dan dapat membantu orang lain yang membutuhkan.
"Ke depannya semoga generasi seterusnya lebih aktif dalam kegiatan Ramadan mulai dari persiapan hingga mengikuti setiap kegiatan Ramadan. Selain itu juga lebih rajin beribadah apalagi bersama keluarga atau teman-teman karena kedepannya belum tentu bisa merayakan momen Ramadan lagi," ucapnya.
Ia juga berharap bagi para mahasiswa, remaja atau komunitas untuk dapat memberikan bantuan makanan kepada orang yang membutuhkan seperti tukang becak, kusir andong, penjual koran dan lain-lain.
Karena ditengah rasa haus dan lapar mereka masih semangat bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Melalui kegiatan ini, semoga di dalam diri kita tertanam untuk selalu beramal dan saling tolong-menolong," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ramadan-di-yogyakarta-jadi-momen-unik-bagi-aripah.jpg)