Trump Sebut Akan Lakukan Invasi Terbuka Jika Mau Menguasai Venezuela
Donald Trump Sebut Akan Lakukan Invasi Terbuka Jika Mau Menguasai Venezuela
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump menolak tuduhan infilitrasi bersenjata gagal melibatkan dua warga AS ke Venezuela, didukung pemerintah Washington.
Jika ia melakukan seperti tuduhan itu, Trump mengatakan akan melakukannya secara berbeda. Akan ada sebuah invasi melibatkan pasukan bersenjata negaranya.
Jawaban itu disampaikan Trump di program acara Fox & Friends, Jumat (8/5/2020). “Jika kita melakukan sesuatu dengan Venezuela, tidak akan seperti itu. Itu akan sedikit berbeda. Itu invasi,” kata Trump.
"Jika saya (AS) ingin ke Venezuela, saya tidak akan merahasiakannya," kata Trump yang menyebut kelompok penyusup itu kelompok penjahat.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro secara terang-terangan mengatakan bukti akan segera mengungkapkan pemimpin AS berada di balik upaya serangan gagal Minggu pagi.
Kini menurut Maduro, Washington telah secara total memutuskan semua saluran komunikasi yang tersisa dengan Caracas.
Diwawancarai wartawan Uruguay Jorge Gestoso Kamis malam, Maduro menyebut sejumlah nama yang patut dipersalahkan atas peristiwa itu.
Ia menyebut nama Duta Besar James Story yang baru diangkat, utusan resmi AS pertama ke negara itu dalam 10 tahun terakhir.
"James Story memiliki kaki, tangan, dan seluruh tubuhnya dalam serangan bersenjata ini," kata pemimpin sosialis itu.
• Seperti Film Rambo, 2 Warga Amerika Serikat Ditangkap atas Upaya Kudeta terhadap Presiden Venezuela
Ia menambahkan dokumen-dokumen yang tidak diklasifikasikan akan segera memberikan bukti, keterlibatan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Utusan Khusus untuk Venezuela Elliot Abrams.
“Bukti juga akan menunjukkan Presiden AS Donald Trump memerintahkan secara pribadi operasi rahasia," tambahnya.
Meskipun Maduro mengatakan selalu ada saluran komunikasi antara Caracas dan Washington, bahkan ketika hubungan mencapai titik terendah, dia mencatat AS telah benar-benar diam sejak serangan gagal pekan lalu.
"Mereka tidak menjawab per WhatsApp, per telepon, mereka diam," katanya.
"Kami memiliki tiga saluran komunikasi dengan tiga pejabat dari pemerintahan Trump, kami telah mengirim pesan kepada mereka tetapi tidak mendapat jawaban," kata Maduro.
Lewat rekaman video pendek Luke Alexander Denman, mantan anggota pasukan baret hijau Angkatan Darat AS, mengaku misi penyusupan ke Venezuela adalah untuk menculik Presiden Nicolas Maduro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/donald-trump.jpg)