Ramadhan 2020

FOTO-FOTO: Buka Puasa Bersama Keluarga di Reruntuhan Rumah di Suriah

Ketika senja muncul di rumah mereka yang hancur, Tareq Abu Ziad dan keluarganya membatalkan puasa Ramadhan di sisa-sisa rumah mereka.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
AAREF WATAD / AFP
Pemandangan dari udara menunjukkan kota Ariha di pedesaan selatan Idlib. Beberapa minggu ke dalam gencatan senjata yang rapuh yang mulai berlaku ketika wabah koronavirus yang baru berubah menjadi pandemi 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketika senja muncul di rumah mereka yang hancur, Tareq Abu Ziad dan keluarganya membatalkan puasa Ramadhan di sisa-sisa rumah mereka.

Kota Ariha di Suriah utara tampak seperti tempat terjadinya gempa bumi rakasa. Balok-balok batu bata remuk dan batang-batang besi hancur, tak lagi berbentuk rumah.

Abu Ziad dan keluarganya harus membuat sedikit pembersihan di reruntuhan di atapnya untuk meletakkan tiga kasur busa agar mereka bisa duduk dan berbagi makanan berbuka puasa.
Abu Ziad dan keluarganya harus membuat sedikit pembersihan di reruntuhan di atapnya untuk meletakkan tiga kasur busa agar mereka bisa duduk dan berbagi makanan berbuka puasa. (AAREF WATAD / AFP)

Abu Ziad terlebih dulu harus membersihkan puing-puing di rumahnya yang hancur sebelum meletakkan tiga kasur busa untuk diduduki oleh istri dan anak-anaknya untuk berbuka puasa.

"Sekarang, keluarga saya dan saya berada di sini di atas kehancuran," kata ayah tiga anak berusia 29 tahun kepada Al Jazeera.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 Kulon Progo 7 Mei 2020, Positif Bertambah 1 Kasus

"Kita menghidupkan kembali kenangan yang sangat sulit dan menyakitkan. Aku berdoa semoga Tuhan tidak membiarkan orang lain mengalami ini."

Keluarga Suriah yang terlantar dari Tareq Abu Ziad, dari kota Ariha di pedesaan selatan provinsi Idlib, berbuka puasa di tengah puing-puing rumah mereka yang hancur.
Keluarga Suriah yang terlantar dari Tareq Abu Ziad, dari kota Ariha di pedesaan selatan provinsi Idlib, berbuka puasa di tengah puing-puing rumah mereka yang hancur. (AAREF WATAD / AFP)

Dia dan keluarganya melarikan diri Ariha akhir tahun lalu ketika pasukan pemerintah Suriah, yang didukung oleh pesawat Rusia, melancarkan serangan di kota itu.

Dalam beberapa minggu, sekitar satu juta warga sipil melarikan diri dari serangan terhadap wilayah Idlib yang meluas, yang menjadi benteng oposisi terakhir pemerintah Presiden Bashar al-Assad setelah sembilan tahun perang.

Sudah 103 PDP di Kabupaten Magelang yang Pulang dan Membaik

Seluruh populasi Ariha menuju ke utara karena sebagian besar kota diratakan dengan tanah.

Tareq Abu Ziad dan keluarganya melarikan diri Ariha akhir tahun lalu ketika pasukan pemerintah Suriah, yang didukung oleh pesawat Rusia, melancarkan serangan terhadap kota itu.
Tareq Abu Ziad dan keluarganya melarikan diri Ariha akhir tahun lalu ketika pasukan pemerintah Suriah, yang didukung oleh pesawat Rusia, melancarkan serangan terhadap kota itu. (AAREF WATAD / AFP)

Tetapi ketika gencatan senjata dilakukan, beberapa yang paling miskin sejak itu memilih untuk kembali dan mencari rumah murah di tengah reruntuhan.

Abu Ziad kembali bulan lalu dan menemukan tempat tinggal.

“Kami menghidupkan kembali kenangan yang sangat sulit dan menyakitkan. Saya berdoa agar Tuhan tidak membiarkan orang lain mengalami ini, 'kata Tareq.
“Kami menghidupkan kembali kenangan yang sangat sulit dan menyakitkan. Saya berdoa agar Tuhan tidak membiarkan orang lain mengalami ini, 'kata Tareq. (AAREF WATAD / AFP)

Tapi dia ingin berbagi setidaknya satu kali iftar atau makanan yang berbuka puasa dari fajar hingga senja di mana rumahnya dulu.

Polda DIY Ringkus Kakak Beradik Jual Tembakau Gorila yang Diselipkan dalam Kemasan Kopi Bubuk

"Setiap tahun, kami dulu menghabiskan Ramadhan di sini, dan kami ingin menghabiskan satu hari Ramadhan ini di sini," katanya.

"Yang paling penting adalah kita menghidupkan kembali ingatan kita dan makan di rumah kita," kata ibu Tareq. (AAREF WATAD / AFP)

Tidak ada orang lain di sekitar mereka, hanya deretan rumah yang hancur di saat senja.

Dapur rumah mereka sudah lama hilang, tapi ibu Abu Ziad mengatakan mereka telah siap.

"Kami membawa makanan siap saji dari luar," jelasnya. "Yang paling penting adalah kita menghidupkan kembali ingatan kita dan makan di rumah kita."

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved