Didi Kempot Meninggal
Perjalanan Didi Kempot : Lahir dari Keluarga Seniman, Jadi Pengamen Jalanan hingga di Puncak Karir
Musisi berjuluk The Godfather of Broken Heart ini tutup usia disebut mengalami henti jantung di rumah sakit.
Di tahun berikutnya, Didi Kempot kembali merilis album 'Jambu Alas' bersama Nunung Alvi pada tahun 2004.
Di tahun 2005, Didi Kempot merilis album berjudul 'Ono Opo'.
Lagu 'Stasiun Balapan' meceritakan sebuah nama stasiun yang ada di Solo.
• Didi Kempot Tutup Usia, Detik-detik Akhir Sebelum Meninggal hingga Keinginan yang Belum Terlaksana
• Butet Kartaredjasa Speechless Dengar Didi Kempot Meninggal
Didi Kempot menciptakan lagu tersebut ketika dirinya mengamen di Solo.
Pada saat itu Didi Kempot terinspirasi dari penumpang yang ada di stasiun tersebut.
Didi Kempot meninggal saat berada di atas puncak popularitasnya. Nama Didi Kempot kembali naik setelah meredup beberapa tahun.
Lagu ambyarnya banyak diminati kaum milineal. Fans Didi Kempot pun memiliki sebutan dengan Sobat Ambyar.
Didi Kempot kemudian mendapat gelar Lord Didi.
Konsernya yang bertajuk Ambyar pun tidak pernah sepi. Bahkan jadwal konser tournya harus tertunda akibat Corona.
Selain Cidro, lagunya yang banyak diminati oleh kaum milenial adalah lagu Pamer Bojo, Banyu Langit, Layang Kangen, Kalung Emas, Sewu Kuto, Tanjung Mas Ninggal Janji dan banyak lagu lainnya.
Didi Kempot meninggalkan seorang istri bernama Yan Vellia yang merupakan penyanyi dangdut asal Semarang.
(Tribunjateng/Lex)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Perjalanan Karier Didi Kempot , Berawal Dari Ngamen Hingga Keliling Eropa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/didi-kempot-the-godfather-of-broken-heart.jpg)