Didi Kempot Meninggal
Perjalanan Didi Kempot : Lahir dari Keluarga Seniman, Jadi Pengamen Jalanan hingga di Puncak Karir
Musisi berjuluk The Godfather of Broken Heart ini tutup usia disebut mengalami henti jantung di rumah sakit.
Pada tahun 1984 ia merantau dan mengamen ke Jakarta bersama teman-temannya.
Ia mengamen sejak duduk di bangku kelas 3 SMP.
• Permintaan Didi Kempot ke Erix Soekamti Sebelum Meninggal Dunia, Garap Musik Bareng Djaduk Ferianto
• Duka Mendalam Ayub Antoh, Eks PSIM Yogyakarta yang Viral Nyanyikan Lagu Didi Kempot
Dia kemudian dilirik seorang produser dan akhirnya masuk dapur rekaman.
Ia menciptakan lagu Cidro yang meledak di pasaran, bahkan sampai Eropa.
Karena pada waktu itu ada yang memutar lagu tersebut di salah satu stasiun radio Belanda.
Lagu Cidro membuat Didi diundang menyanyi ke luar negeri.
Nama Didi Kempot menjadi lebih dikenal khalayak melalui lagu tersebut.
Deretan Album dan Lagu Hits
Dilansir dari Tribun Network, Didi Kempot sudah banyak merilis album.
Album perdana Didi Kempot juga bertajuk 'Stasiun Balapan' yang dirilis pada tahun 1999.
Setahun kemudian, Didi Kempot merilis album berjudul 'Plong'.
Tak berhenti berkarya, Didi Kempot terus mengeluarkan album dengan lagu campursari yang khas.
Pada tahun 2001, Didi Kempot merilis album berjudul 'ketaman Asmoro'. Setahun kemudian, Didi Kempot merilis album berjudul 'Pokoe Melu'.
Album yang dikeluarkan Didi Kempot terus mendapatkan respon positif masyarakat Indonesia.
Dalam album 'Cucak Rowo' pada tahun 2003, lagu yang dibawakan Didi Kempot menjadi populer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/didi-kempot-the-godfather-of-broken-heart.jpg)