Pendidikan
Mahasiswa UNY Kenalkan Karakter Wayang Melalui Puzzle
Mahasiswa program studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan UNY membuat inovasi berupa Papama (Puzzle Pandhawa Lima) sebagai media pembelajaran pengenalan t
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wayang Pandawa Lima memiliki karakter-karakter baik yang bisa diteladani oleh para siswa sekolah dasar (SD)
Dengan mengenal dan memahami tokoh serta karakter Pandhawa Lima juga turut melestarikan budaya Indonesia.
Namun pengenalan tokoh dan karakter wayang di sekolah dasar masih terpacu pada buku.
Pengenalan tokoh dan karakter wayang Pandhawa Lima di kelas 2 SD masih belum menggunakan media yang menarik.
Jika media yang digunakan kurang menarik maka pengenalan tokoh dan karakter wayang di sekolah dasar bisa menjadi kurang optimal.
Berangkat dari hal itu, mahasiswa program studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan UNY membuat inovasi berupa Papama (Puzzle Pandhawa Lima) sebagai media pembelajaran pengenalan tokoh dan karakter wayang Pandawa Lima.
Mereka adalah Ika Septi Damayanti, Mahmud Arifin Za dan Feby Milenia Mahjatin.
• Merti Dusun Hingga Wayangan Semalam Suntuk Iringi Peresmian Bale Sembrama Buddhayah Gejayan
Ika Septi Damayanti mengatakan penanaman nilai karakter sejak dini tersebut dapat dilakukan melalui pengenalan tokoh dan karakter wayang khususnya Pandhawa Lima.
Seiring berkembangnya jaman dan menjamurnya produk teknologi, kesenian wayang yang merupakan warisan budaya lokal asli nusantara mulai luntur.
“Padahal wayang memiliki nilai historis yang panjang mengenai kebudayaan nusantara serta mengandung filosofi kehidupan yang sarat akan hakikat hidup” kata Ika, Selasa (5/5/2020).
Permainan puzzle ini akan diaplikasikan menggunakan perangkat elektronik, lalu diproyeksikan dengan AR (Augmented Reality) sehingga pada layar perangkat elektronik yang digunakan akan muncul video penjelasan tentang tokoh Pandhawa Lima yang terdapat di kartu tersebut.
Feby Milenia Mahjatin menjelaskan, Papama merupakan puzzle kayu bergambar karakter wayang Pandhawa Lima sebagai media pembelajaran yang disisipkan dengan materi bahasa Jawa dan nilai-nilai karakter.
• Wayang Babad Diponegoro Sukses Digelar di Alun-alun Magelang
“Media Papama didesain dengan sangat sederhana karena materi wayang Pandhawa ini disesuaikan dengan kurikulum kelas 2 sekolah dasar," katanya.
Media ini terdiri dari 5 buah puzzle yang masing-masing puzzle berisi pengenalan tokoh Pandhawa lima serta karakternya untuk siswa kelas 2 sekolah dasar.
"Setiap puzzle didesain dengan gambar dan background colorfull supaya membuat parasiswa tertarik dan mudah dalam menangkap gambar dalam tersebut," ujar dia.
Kegiatan pengenalan Papama yang dilaksanakan di SDN Pergiwatu Kulonprogo tersebut melalui beberapa tahap.
Tahap pertama adalah pengenalan karakter tokoh pandhawa melalui gambar yang ada pada puzzle.
Puzzle pertama bergambar karakter Puntadewa, puzzle kedua bergambar karakter Werkudara, puzzle ketiga bergambar karakter Arjuna, lembar keempat bergambar Nakula dan Sadewa, dan yang terakhir bergambar Pandhawa.
• Kenalkan Sejarah, Pemkot Magelang Gelar Pentas Wayang Kulit Babad Diponegoro
Gambar pada puzzle dihubungkan dengan video tentang penjelasan karakter dari masing-masing tokoh wayang melalui perangkat augmented reality sehingga ketika gambar dalam puzzle dipindai akan muncul video penjelasan tentang karakter tokoh tersebut dengan bantuan perangkat elektronik (smarthphone).
Mahmud Arifin Za mengatakan pengaplikasian media ini juga perlu persiapan karena media ini disambungkan dengan gadget dan memerlukan LCD proyektor maka guru harus siap dengan kedua hal tersebut sebelum pembelajaran dimulai.
"Papama membuat siswa antusias dan merasa tertarik karena selain belajar juga bisa sekaligus bermain," ujar dia.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/siswa-sd-saat-bermain-papama-yakni-puzzle-kayu-bergambar-karakter-wayang-pandhawa-lima.jpg)