Update Corona di DI Yogyakarta

Dokter Muda Yogyakarta Buka Tim Konsultasi Gratis Selama Pandemi Covid-19

"Tim konsultasi Dokter" dilakukan secara daring menggunakan aplikasi WhatsApp sehingga pasien dapat langsung menghubungi ke nomor pelayanan.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
dr Faisal Ridho Sakti saat bersama pasien. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA, YOGYA - Sejatinya menjadi seorang dokter bukan hal yang mudah, harus bersedia melayani masyarakat dalam kondisi apapun.

Tak hanya itu, dokter pun harus mampu memberikan pengayoman kepada masyarakat terkait keilmuan yang dimiliki.

Namun, bagi dokter muda lulusan Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, dr. Faisal Ridho Sakti, untuk menjadi seorang dokter tak hanya persoalan pelayanan atau pengayoman tetapi harus menjunjung tinggi sisi kemanusian.

Hal inilah yang membuat ia aktif dalam berbagai kegiatan relawan medis baik, di tanah air maupun luar negeri.

Puasa Ramadhan Tahun Ini Sangat Berat bagi Dokter, Perawat dan Tenaga Medis Pasien Covid-19

Adapun, kegiatan relawan yang diikuti Faisal yaitu ketika banjir Bogor beberapa tahun yang lalu. 

Saat itu, Faisal dan teman-temannya harus memberikan pengobatan gratis bagi warga yang terjebak karena akses jalan tertutup akibat banjir.

"Untuk mencapai lokasi saja butuh perjuangan. Karena akses masuk ke kampung tersebut tertutup akibat banjir tersebut," jelas Faisal saat dihubungi TRIBUNJOGJA.COM beberapa hari yang lalu.

Faisal pun menambahkan, dirinya ikut serta  juga menjadi relawan dalam penanganan banjir bandang di Ngawi.

Tak hanya itu, ia pun turut dalam relawan medis internasional yaitu, Global Islamic Voluteering and Expedition Society (GIVE Society).

Di mana ia diterjunkan ke  masyarakat untuk menangani serta memberikan penyuluhan kesehatan dan hidup bersih.

"Saya ditugaskan ke negara Kamboja dan Vietnam. Di sana saya diminta untuk memberikan penyuluhan tentang penting hidup sehat. Karena lokasi tempat saya ditugaskan  minim untuk fasilitas kesehatan dan kebersihan," ujar Faisal

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 5 Mei 2020, Positif Bertambah 6 dari Kluster GPIB Yogyakarta

Faisal menjelaskan, tugas relawan medis yang berkesan di hati pada saat  di Kampung Muslim, kampung Apung Anlung Cheng, Desa Kheil, dan Kampung Apung Crampak, Kamboja.

Di mana kamlung itu cukup unik karena sebagian besar kegiatan masyarakat dilakukan di atas sampan. 

Namun,  untuk kesehatan penduduknya masih perlu berbenah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved