Yakin Wabah Covid-19 Sudah Lewati Puncak, Giliran Inggris Akan Buka Lockdown Secara Perlahan

Minggu (3/5/2020) pemerintah Inggris mengatakan akan melonggarkan lockdown Covid-19 secara bertahap.

Editor: Joko Widiyarso
SKY NEWS
Orang-orang berjalan di Victoria Park, London timur, selama akhir pekan selama penguncian nasional 

TRIBUNJOGJA.COM, LONDON - Minggu (3/5/2020) pemerintah Inggris mengatakan akan melonggarkan lockdown Covid-19 secara bertahap.

Perdana Menteri Boris Johnson diyakini akan mengungkap rencana pemerintah dalam beberapa hari mendatang, setelah mengumumkan negara telah melewati puncak wabah virus corona.

Menurut data terbaru dari Worldometers, korban meninggal Covid-19 di Inggris mencapai 28.446, usai bertambah 315 pada Sabtu (2/5/2020).

Sementara itu jumlah kasus virus corona di Inggris bertambah 4.339 menjadi 186.599.

Pemerintah Johnson sendiri telah tertular Covid-19 dan menghabiskan 3 malam di ICU. Dalam sebuah wawancara ia mengungkapkan, Inggris sudah punya rencana darurat jika dirinya meninggal dunia.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan) ketika menumpangkan kaki di meja di depan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam pertemuan di Paris 22 Agustus 2019.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan) ketika menumpangkan kaki di meja di depan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam pertemuan di Paris 22 Agustus 2019. (AFP/POOL/CHRISTOPHE PETIT TESSON)

"Itu adalah momen yang sulit, saya tidak akan menyangkalnya," katanya kepada The Sun Minggu (3/5/2020).

"Mereka memiliki strategi seperti saat menghadapi skenario 'kematian Stalin'," tambahnya.

Harga Gula Masih Tinggi, Pemkot Yogya Gelar Operasi Pasar Lagi

Menteri Kabinet Michael Gove berujar, kemungkinan ada "beberapa batasan" begitu pembatasan dilonggarkan sampai vaksin corona ditemukan.

Dalam briefing harian tentang tanggapan pemerintah terhadap pandemi global ini, ia juga menegaskan kehidupan normal tidak akan kembali dalam waktu cepat.

Laporan surat kabar setempat pada akhir pekan memberitakan, sekolah dasar dapat dibuka lagi pada awal Juni, sementara penumpang yang naik transportasi umum akan diperiksa suhu tubuhnya.

Periode karantina untuk orang yang berkunjung ke Inggris juga telah diajukan. Menteri Transportasi Grant Shapps mengatakan itu adalah "poin yang sangat dipertimbangkan."

Pendekatan bertahap
Negeri "Ratu Elizabeth" ini mengandalkan banyaknya pengujian dan pelacakan kontak termasuk melalui aplikasi ponsel pintar, untuk memantau tingkat penularan dan mencegah gelombang kedua virus corona.

UPDATE Terkini Virus Corona di Indonesia Senin 4 Mei 2020: Kasus Positif 11.587, Angka Sembuh 1.954

Aplikasi yang dikembangkan oleh bagian digital Layanan Kesehatan Nasional (NHS) itu akan diujicoba mulai pekan depan di Isle of Wight, Inggris selatan.

Gove berharap 80.000 rumah tangga di pulau itu mungkin akan mengunduh aplikasi yang katanya adalah "satu rangkaian" dari langkah-langkah untuk menekan jumlah infeksi.

Saat mencabut lockdown Inggris, ia menambahkan "Pendekatan bertahap adalah salah satu yang memungkinkan kami untuk memantau dampak perubahan-perubahan itu terhadap kesehatan masyarakat, dan jika perlu dengan cara yang spesifik dan terlokalisasi."

"Itu berarti kita dapat menghentikan sebentar atau bahkan menerapkan lagi pembatasan yang mungkin diperlukan dalam menangani wabah yang terpusat di satu lokasi."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved