Kesehatan
Tips Menjaga Kesehatan Kulit Selama Berpuasa
Puasa mendukung proses pembersihan racun atau detoksifikasi sehingga membuat kulit lebih sehat dan kenyal.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Saat berpuasa puasa, konsumsi makanan praktis akan berkurang, khususnya jenis makanan berindeks glikemik tinggi.
Dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin sekaligus Kepala Departemen Dermatologi dan Venereologi FKKMK UGM, dr. Fajar Waskito, Sp.KK(k).,M.Kes mengatakan makanan berindeks glikemik tinggi akan berefek pada peningkatan kadar gula dalam darah.
Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan pada tubuh, termasuk jerawat.
Ketika berpuasa, seseorang pada umumnya menjaga kualitas asupan makanan dan minumannya.
• 7 Resep Smoothie Buah Menyegarkan Cocok untuk Menu Berbuka Puasa
Lalu, tidak mengonsumsi makanan selama seharian mendukung proses pembersihan racun atau detoksifikasi sehingga membuat kulit lebih sehat dan kenyal.
“Proses detoksifikasi yang intinya netralisasi terhadap oksidan yang diproduksi pada proses metabolisme tubuh pada saat puasa terjadi lebih sempurna, karena asupan bahan makanan yang mampu meningkatkan metabolisme tubuh berkurang," katanya, Senin (4/5/2020).
Namun pada lansia, berkurangnya konsumsi karbohidrat dan lemak menjadikan kulit lebih kering sehingga kebutuhan pengolesan pelembab menjadi hal yang mutlak.
Lantas bagaimana cara agar kulit tetap sehat saat berpuasa?
Langkah utama adalah dengan menjaga pola makan.
"Konsumsi makanan bergizi dan seimbang sangat berpengaruh pada kesehatan kulit," katanya.
Dimulai dengan mngonsumsi makanan yang kaya akan serat dan antioksidan seperti sayur dan buah.
Hindari atau batasi makanan tinggi gula dan lemak.
Diringi dengan konsumsi air putih yang cukup sekitar 2 liter per hari.
• BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 4 Mei 2020, Nihil Tambahan Kasus Positif, 1 Pasien Sembuh
Selain itu juga harus berhati-hati dalam penggunaan pasta gigi dengan kandungan detergent atau mint yang tinggi agar tidak menyebabkan bibir lebih kering.
Sementara untuk mengurangi ketidaknyamanan saat bibir terasa kering disarankan untuk mengaplikasikan pelembab.
“Kalau bibir kering jangan sering dikulum atau dijilat karena justru akan semakin kering. Pakailah pelembab, lebih baik yang hipoalergenik untuk mencegah iritasi atau alergi di kulit,” kata dia.
Kepala KSM Penyakit Kulit dan Kelamin RSUP Dr. Sardjito ini menyampaikan bahwa paparan air ke kulit yang terlalu sering dapat menyebabkan kekeringan kulit.
Saat bulan ramadan, pada umumnya umat muslim lebih meningkatkan aktivitas ibadahnya termasuk salat.
Kegiatan berwudu pun menjadi lebih sering.
"Pemakaian pelembab dapat dipertimbangkan terutama sehabis terpapar air agar kulit tidak kering dan mengurangi kemungkinan terjadi iritasi," katanya.
• Cara Cegah Bau Mulut Ketika Berpuasa, Perhatikan 6 Hal Berikut
Berikutnya, gunakan pelindung sinar atau sun screen untuk melindungi kulit terhadap paparan sinar matahari terutama saat akan beraktivitas di luar ruang.
Istirahat atau tidur yang cukup juga menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan kulit saat puasa.
Saat berpuasa terkadang waktu istirahat menjadi berkurang.
Kurang tidur akan membuat kulit tampak lebih kusam.
Sementara tidur yang cukup akan menjaga kulit tetap sehat dan cerah.
“Pastikan pula tetap melakukan aktivitas fisik atau berolahraga ringan untuk membantu menjaga metabolisme tubuh. Sebab, metabolisme yang lancar bisa menjaga kesehatan kulit,” ungkap dia. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tips-menjaga-kesehatan-kulit-selama-berpuasa.jpg)