Ciao, Lockdown! Turis Mulai Padati Kota Wisata Venice Italia

Ratusan turis dan warga Italia memadati alun-alun Kota Venice setelah sekitar 9 minggu mereka terkurung akibat kebijakan isolasi kota

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
Dada Sabra Sathilla via Kompas.com
Piazza San Marco (St. Mark?s Square) dan Alun-Alun Utama Venice. 

TRIBUNJOGJA.COM, VENICE –.

Suasana keramaian terlihat pada Senin (4/5/2020) siang hingga sore waktu setempat, atau malam ini WIB.

Italia perlahan membuka kembali restoran, tapi syaratnya tidak boleh makan di tempat.

Pemerintah Italia juga mulai melonggarkan larangan bepergian bagi warga lokal. Mereka boleh mengunjungi kerabatnya di tempat lain.

Di Jerman, anak-anak mulai kembali ke sekolah. Di Portugal dan Spanyol, kegiatan ekonomi terbatas juga sudah mulai menggeliat.

Tapi semuanya dalam situasi yang sangat berbeda. Semua orang diwajibkan mengenakan masker, tetap menjaga jarak kontak.

Di Spanyol, para petugas layanan pemerintah dan relawan, membagi-bagikan masker di stasiun sentral dan tempat-tempat umum lainnya.

Laporan Daily Mail dari Venice, kota wisata air paling tersohor di dunia, jalanan umumnya masih terlihat lengang.

Donald Trump Bantah Pemerintah AS Lambat Tangani Pandemi Virus Corona di Negaranya

Lima Pertanyaan dari China untuk Sikap Amerika Serikat Terkait Covid-19

Namun keramaian tampak di Alun-alun Basilika Saint Mark di pusat kota.

Di Milan, kereta dan moda transportasi umum mulai berderak.

Sekitar 4 juta warga Milan dan sekitar mulai kembali ke pabrik dan proyek-proyek konstruksi.

Secara resmi, aktivitas di industri manukfaktur dan sektor konstruksi di Italia dipulihkan hari ini.

Meski begitu sejumlah pusat perbelanjaan besar masih ditutup.

Hanya toko-toko kecil, seperti toko buku, keperluan anak-anak, boleh buka dengan pembatasan social, pembatasan jumlah pengunjung di dalam toko.

Untuk perjalanan ke luar Italia, atau antar region, masih dilarang. Warga belum diperbolehkan melakukan kunjungan ke luar negeri.

Perkecualian untuk mahasiswa atau pekerja yang karena alasan pekerjaan dan bisnis harus bepergian ke region lain diizinkan.

Taman-taman kota dibuka, tapi untuk kegiatan olahraga seperti jogging atau senam ringan. Taman bermain anak di tempat terbuka masih ditutup.

Di kampus, aktivitas terbatas hanya untuk kegiatan ujian, wisuda dengan syarat ketat pembatasan social. Laboratorium mulai dibuka lagi.

Untuk upacara pemakaman, saat ini sudah diizinkan dihadiri warga maksimal 15 orang di satu even pemakaman.

Italia memasuki tahap kedua pemulihan aktivitas public meski pada Minggu (3/5/2020), terdapat 174 kematian akibat Covid 19. Ini jumlah terendah sejak wabah meledak di negara itu.

Italia melakukan lockdown sejak 10 Maret 2020, ketika kematian akibat virus Corona mencapai puncaknya di region Lombard, Italia utara.

Sabtu (2/5/2020), terdapat 474 kematian di seluruh Italia. Jumlah kasus yang dilaporkan terakhir ada 1.389, terendah sejak 10 Maret.

“Kami merasakan suasana antara senang dan takut,” kata Stefano Milano (4) di Roma, merespon pelonggaran kegiatan di luar rumah ini.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Institut Piepoli menunjukkan 62 persen warga Italia memerlukan pendampingan psikologis untuk memulihkan mental mereka setelah isolasi.

“Mimpi malam terkait virus terus berlanjut,” kata Ilvo Diamanti, seorang sosiolog menulis di La Republica.

Secara nasional, wabah virus Corona ini memukul ekonomi Italia, negara terkuat ketiga di zona Euro. Ini pukulan berat sejak depresi besar tahun 30an.(Tribunjogja.com/ DailyMail/xna)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved