Aktivitas Merapi

Meski Terjadi Penurunan Aktivitas, BPPTKG Yogyakarta Imbau Masyarakat Tetap Waspada Letusan Merapi

BPPTKG mengimbau kepada masyarakat supaya tetap waspada karena dua hari yang lalu terjadi peningkatan aktivitas.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi pada Minggu 3 Mei 2020 yang dipantau melalui PGM Kaliurang. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemandangan puncak merapi terlihat sangat indah dari Sungai Gendol, Bronggang, Cangkringan, Kabupaten Sleman pada Minggu (3/5/2020).

Kepulan asap terlihat membubung dari puncak setinggi 2968 mdpl. Beberapa warga mengabadikan moment tersebut untuk berswa foto.

Sementara tingkat aktivitas merapi terkini masih dalam level II atau waspada.

Dengan laporan harian Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebut, terjadi guguran satu kali dengan amlitudo 15 mm dan durasi 31.5 detik.

Kabar Dentuman Keras di Sleman, Tidak Ada Hubungan dengan Aktivitas Merapi dan Seismik

Sementara aktivitas kegempaan juga tercatat hanya satu kali dengan amplitudo 11mm dengan durasi 127. 5 detik.

Secara garis besar aktivitas menurun jika dibandingkan sejak 24 hingga 30 April kemarin yang mencapai menurut laporan BPPTKG Yogyakarta masih cukup tinggi tercatat 10 kali gempa hembusan, 47 kali gempa fase banyak, 16 kali gempa guguran dan 8 kali gempa tektonik dengan potensi bahaya berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava jika terjadi letusan eksplosif.

"Potensi bahaya saat ini ancaman saat ini berupa luncuran awan panas dari kubah lava. Meski aktivitas cenderung menurun," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida, saat dihubungi Tribunjogja, Minggu (3/5/2020).

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 3 Mei 2020, Ada Tambahan 1 Positif dan 1 Sembuh

Meski cenderung mengalami penurunan, namun hanik menganggap aktivitas tersebut tetap saja fluktuatif.

Untuk itu, ia mengimbau supaya masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. 

"Jauhi radius 3 kilometer dari pusat awan. Karena saat ini masih fluktuatif aktivitasnya," tegasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat supaya tetap waspada karena dua hari yang lalu terjadi peningkatan aktivitas.

"Meski hari ini cenderung menurun, tapi dua hari lalu tinggi aktivitasnya," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved