Sleman
Kabar Dentuman Keras di Sleman, Tidak Ada Hubungan dengan Aktivitas Merapi dan Seismik
Dari akun Twitter BPPTKG dilaporkan pada Selasa (14/4/2020) pukul 05.44 WIB visual Merapi tampak, cuaca cerah, suhu udara 16.2 derajat C, kelembaban 6
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terdengar suara dentuman keras oleh sebagian warga Sleman pada Selasa (14/4/2020) dini hari, yakni sekitar pukul 03.10 WIB.
Hal itu kemudian sempat ramai di media sosial.
Dalam laporan BPPTKG, tidak ada kejadian Merapi erupsi atau meletus di sekitar waktu itu.
Dari akun Twitter BPPTKG dilaporkan pada Selasa (14/4/2020) pukul 05.44 WIB visual Merapi tampak, cuaca cerah, suhu udara 16.2 derajat C, kelembaban 67 persen rh, tekanan udara 872.6 hpa, dan angin tenang.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menerangkan suara dentuman bukan berasal dari Gunung Merapi.
• Terungkap, Suara Dentuman Berasal dari Gelegar Petir Antara Gunung Gede dan Gunung Salak
"Di pos pengamatan Gunung Merapi di Kaliurang tidak mendengar suara dentuman tersebut. Suara dentuman bukan berasal dari Merapi. Pada saat jam tersebut tidak terjadi aktivitas (Merapi) yang signifikan," ungkap Hanik saat dihubungi Tribun Jogja, Selasa (14/4/2020).
Sedangkan, Agus Riyanto, Koordinator UPT BMKG Provinsi DIY mengatakan, terkait kabar adanya dentuman, tidak ada hubungannya dengan aktivitas seismik.
"Berdasarkan monitoring seismik yang tercatat di Stasiun Geofisika Sleman Yogyakarta, pada 14 April 2020 sampai pukul 11.00 WIB kami merilis dua kejadian gempa bumi," ujarnya kepada Tribun Jogja, Selasa (14/4/2020)
Dia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi di Wilayah PGR VII dengan parameter gempa bumi Selasa (14/4/2020) pukul 01.20 WIB magnitudo 3,4 SR dirasakan di Pacitan I-II MMI.
Selanjutnya, di hari yang sama pukul 05.36 WIB magnitudo 3,5 SR pada 244 km barat daya Jember-Jawa Timur, kedalaman 10 km.
"BMKG hanya memonitor kegempaan saja jadi catatan kami hanya ada dua gempa di sekitar jam itu. Terkait kabar adanya dentuman, tidak ada hubungannya dengan aktivitas seismik," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)