Yogyakarta

Proyek Pembangunan KRL Relasi Jogja-Solo Pakai Listrik Aliran Atas, Dibangun Mulai KM 107

Pembangunan itu dimulai dari KM 107 hingga KM 154 Jogja-Solo, proyeknya Kemenhub Ditjend Perkerata Apian

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
KRL YOGYA-SOLO. Pekerja menyelesaikan pemasangan tiang pancang untuk jaringan listrik atas untuk Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Lempuyangan, Kota Yogyakarta, Selasa (28/4/2020). KRL relasi Yogyakarta-Solo tersebut ditargetkan pada akhir tahun 2020 dapat beroperasi. 

TRIBUNjogja.com Yogyakarta -- Rencana proyek pembangunan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Jogja-Solo masih terus berlanjut.

Proyek pembangunan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ditjend Perkereta Apian Indonesia tersebut sudah mulai terlihat tahapan demi tahapan.

Pembangunan memang menjadi kewenangan Kemenhub, Manajer Humas PT. KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, pengerjaan konstruksi saat ini berupa pemasangan tiang Listrik Aliran Atas (LAA).

Ia menjelaskan, pengerjaan LAA tersebut dibagi beberapa tahapan.

Eko mengatakan, ada 13 paket pengerjaan yang dilakukan.

Nilainya pun cukup tinggi mencapai Rp 35-36 miliar.

"Pembangunan itu dimulai dari KM 107 hingga KM 154 Jogja-Solo, proyeknya Kemenhub Ditjend Perkerata Apian," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Rabu (29/4/2020).

KRL YOGYA-SOLO. Pekerja menyelesaikan pemasangan tiang pancang untuk jaringan listrik atas untuk Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Lempuyangan, Kota Yogyakarta, Selasa (28/4/2020). KRL relasi Yogyakarta-Solo tersebut ditargetkan pada akhir tahun 2020 dapat beroperasi.
KRL YOGYA-SOLO. Pekerja menyelesaikan pemasangan tiang pancang untuk jaringan listrik atas untuk Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Lempuyangan, Kota Yogyakarta, Selasa (28/4/2020). KRL relasi Yogyakarta-Solo tersebut ditargetkan pada akhir tahun 2020 dapat beroperasi. (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri)

Ia menyampaikan, LAA sendiri digunakan sebagai daya penggerak KRL.

Target semula, informasi yang ia dapat harus selesai di tahun 2020.

Jika nantinya dapat terelasisasi, KRL tersebut mampu memangkas jarak tempuh perjalan Jogja-Solo.

"Saya belum mengetahui lebih jelas. Namun, pastinya mampu memangkas jarak tempuh yang cukup banyak, informasi lebih jelas langsung ke perwakilan Ditjend saja," pungkasnya.

Proyek Tol Jogja Solo

Proyek pembangunan jalur tol Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) memasuki tahap baru. Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum bertemu dengan Gubernur 
DI Yogyakarta, Rabu (27/3/2019)
Proyek pembangunan jalur tol Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) memasuki tahap baru. Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum bertemu dengan Gubernur DI Yogyakarta, Rabu (27/3/2019) (Kolase Skyscrapercity.com | kppip.go.id)

Lebih kurang sudah tiga bulan tahapan pembangunan tol Solo-Jogja-Bawen jalan di tempat karena terdampak pandemi virus corona.

Satu akibatnya tahapannya adalah proses pembebasan lahan yang seharusnya berakhir April tersendat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved