Jerman Larang Kelompok Hezbollah, Geledah Sejumlah Masjid di Bremen dan Berlin

Keputusan Jerman ini mengekor kebijakan AS dan Israel yang terus menekan Iran serta Hezbollah yang identic dengan Syiah.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, BERLIN – Jerman melarang semua aktivitas organisasi Islam Hezbollah mulai Kamis (30/4/2020).

Negara itu juga menyatakan Hezbollah sebagai organisasi teroris di dunia.

Langkah Jerman sebagai negara bebas dan terbuka ini cukup mengejutkan.

Sejak lama Jerman memberi tempat aktivitas radikal, termasuk kelompok-kelompok yang terlibat terror 9/11 di AS.

Keputusan Jerman ini mengekor kebijakan AS dan Israel yang terus menekan Iran serta Hezbollah yang identic dengan Syiah.

Kamis (30/4/2020) pagi waktu Berlin, polisi Jerman menggeruduk sejumlah masjid yang diduga kuat berafiliasi dengan kelompok Hezbollah.

Wali Kota di Jerman Mengaku Sengaja Terinfeksi Virus Corona, Menyesal Karena Tak Sesuai Perkiraannya

Jerman Kini Tawarkan Bantuan Obati Pasien Covid-19 Asal Italia

Penggeledahan dilakukan di beberapa masjid di North Rhine Westphalia, Bremen, dan Berlin. Masjid-masjid itu biasanya dipakai kegiatan ibadah warga Syiah.

“Aktivitas Hezbollah melanggar hukum pidana, dan organisasi itu menentang konsep dan pemahaman internasional,” kata Kemendagri Jerman dalam sebuah pernyataan.

Larangan resmi Jerman itu memiliki konsekuensi semua atribut, symbol, pertemuan, publikasi media, dan aset-aset kelompok itu bisa dibekukan.

Aparat keamanan Jerman meyakini ada sekitar 1.050 orang di negara itu terlibat apa yang mereka sebut sayap radikal Hezbollah.

Berlin selama bertahun-tahun ditekan dan didorong oleh Washington serta Israel agar melarang kegiatan kelompok tersebut.

“Ini keputusan sangat penting, bernilai, dan tahap menentukan gerakan global melawan terorisme,” kata Menlu Israel, Yisrael Katz dikutip Haaretz.com.

“Saya menyerukan semua negara Eropa, begitu juga Uni Eropa, agar melakukan hal sama. Semua bagian Hezbollah itu organ terror,” lanjut Katz.

Jerman sebelumnya memiliki pendapat berbeda dengan AS dan sekutu dekatnya tentang keterlibatan Hezbollah di Suriah.

Mereka memilah Hezbollah sebagai gerakan politik dan unit militer. Karena itu Jerman lebih banyak bersifat pasif di tengah konflik Suriah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved