Jerman Larang Kelompok Hezbollah, Geledah Sejumlah Masjid di Bremen dan Berlin

Keputusan Jerman ini mengekor kebijakan AS dan Israel yang terus menekan Iran serta Hezbollah yang identic dengan Syiah.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni

Kelompok Hezbollah Lebanon maupun Iran, secara langsung menyokong Presiden Bashar Assad, yang sejak awal hendak digulingkan negara-negara barat, Arab, termasuk Turki.

Di Lebanon, kelompok Hezbollah proIran ini mendukung penuh Perdana Menteri Hassan Diab, yang mulai memimpin negara itu sejak Januari 2020.

Uni Eropa memasukkan unit militer Hezbollah dalam daftar kelompok teroris. Tapi tidak untuk sayap politik kelompok tersebut.

Serangan Israel Mengarah Basis Kelompok Hezbollah dan Pasukan Al Quds Iran

Jet Tempur Asing Hantamkan Rudal ke Depot Milisi Hezbollah Irak

Inggris memperkenalkan peraturan baru mereka pada Februari 2019, yang memasukkan Hezbollah ke daftar organisasi teror.

Komite Yahudi Amerika (ACJ) memuji keputusan Jerman ini. “Ini melegakan, penuh antisipasi dan keputusan signifikan Jerman,” kata Ketua AJC , David Harris.

Mewarisi sejarah genosida yang tragis, Jerman merasa memiliki tanggungjawab untuk melindungi Israel, negeri yang lahir sesudah pemusnahan massal ala fasisme Hitler itu.

Mendagri Jerman menyatakan, Hezbollah menyerukan kekerasan massal untuk mengeliminasi negara Israel. Mereka selalu mempertanyakan eksistensi negara zionis itu.

“Organisasi itu (Hezbollah) secara mendasar telah menentang pemahaman internasional, berdasar keberadaan struktur politik, sosial, dan militer mereka,” kata Mendagri Jerman.

(Tribunjogja.com/ Haaretz.com/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved