Wabah Virus Corona

Jerman Kini Tawarkan Bantuan Obati Pasien Covid-19 Asal Italia

Pemerintah Jerman kini menawarkan bantuan menangani sejumlah kecil pasien positif virus Corona asal Italia.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Carlo Hermann / AFP
Seorang pria berjalan melewati papan iklan besar pemerintah Italia yang mengkampanyekan penyebaran COVID-19 (novel coronavirus) di jalanan Napoli pada 22 Maret 2020. 

Jerman Kini Tawarkan Bantuan Obati Pasien Covid-19 Asal Italia

TRIBUNJOGJA.COM, BERLIN – Pemerintah Jerman kini menawarkan bantuan menangani sejumlah kecil pasien positif virus Corona asal Italia.

Rumah sakit di Jerman membuka pintu pengobatan bagi setidaknya 47 pasien dari 80.589 pasien virus corona Italia, sebagai tanda solidaritas Eropa.

Hal ini dikemukakan Menteri Luar Negeri Heiko Maas, dikutip Russia Today, Jumat (27/3/2020). Pemerintah negara bagian North Rhine-Westphalia juga menyampaikan niat serupa.

AS Kini Jadi Negara dengan Kasus Virus Corona Terbanyak di Dunia

Mereka menawarkan pengobatan bagi 10 pasien asal Italia di fasilitas rumah sakit setempat. Italia menerima hantaman paling keras pandemic virus Corona.

Jumlah korban meninggal di negara itu sudah melewati angka 8.000 orang (tepatnya 8.215 orang), tertinggi di dunia.

Uluran tangan Jerman ini datang ketika China, Kuba, dan Rusia mengirim armada besar ke Italia. Misi Rusia mengejutkan Eropa, dan memang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pneumonia Aneh Muncul di Italia Sejak Oktober 2019, Ahli Menduga Kemungkinan Virus Corona

Jerman relatif masih terhindar dari petaka akbar dengan tingkat kematian rendah. Namun mereka tidak banyak berbuat ke negara tetangganya ketika bantuannya sangat dibutuhkan.

Bahkan Uni Eropa melarang ekspor masker, menutup pintunya dari negara-negara yang paling parah dihantam virus Corona seperti Italia.

Situasi buruk itu memaksa pemerintah Italia menoleh ke negara-negara lain nonEropa, Menteri Luar Negeri Franco Frattini menganggap Eropa telah meninggalkan Italia sendirian.

Uni Eropa pun meremehkan sebaran virus Corona, menyalahkan wabah di Italia terjadi karena kesalahan sistem kesehatan nasional.

Akibatnya, pemerintah Uni Eropa di Brussels gagal mengambil tindakan ketika solidaritas diperlukan menghadapi krisis yang akhirnya memengaruhi seluruh blok.

“Terus terang, Brussels tidak cukup bertindak. Pada saat pertama, Italia praktis sendirian melawan virus,” kata Frattini.

“Banyak yang mengatakan itu semua karena kebiasaan Italia, karena orang Italia tidak menghormati aturan. Tiba-tiba, mereka menyadari semua negara lain sama-sama terdampak,” lanjutnya.

Sambutan Italia

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved