Wabah Virus Corona

AS Kini Jadi Negara dengan Kasus Virus Corona Terbanyak di Dunia

Amerika Serikat (AS) kini menjadi negara dengan kasus Virus Corona terbanyak di dunia, lebih banyak dari kasus Virus Corona di China dan Italia

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
fox8live.com | Johns Hopkins
Peta virus corona 

AS Kini Jadi Negara dengan Kasus Virus Corona Terbanyak di Dunia

TRIBUNJOGJA.COM - Amerika Serikat (AS) kini menjadi negara dengan kasus Virus Corona terbanyak di dunia. Angka ini lebih banyak dari kasus Virus Corona di China dan Italia. Para ahli mengatakan bahwa AS kini menjadi episentrum baru penyebaran Virus Corona.

Data terbaru pada Jumat (27/3/2020) yang ditayangkan di situs World Meters memperlihatkan AS kini memiliki 83,672 kasus Virus Corona dengan total kematian sebanyak 1,209 jiwa. Sementara yang sembuh sebanyak 1,864 orang.

Sementara total kasus Virus Corona di China, sebanyak 81,285 kasus dengan 3,287 kematian dan 74,051 pasien sembuh.

Italia tercatat ada 80,589 kasus Virus Coroa dengan 8,215 kematian dan 10,361 pasien sembuh.

Sementara itu jumlah total kasus Virus Corona di seluruh dunia kini mencapai angka 529,093 kasus, tersebar di 175 negara.

AS Gelontorkan Stimulus Ekonomi 2 Triliun Dolar

Adapun pada Rabu (25/3/2020) kemarin, Gedung Putih dan Senat AS akhirnya mencapai kesepakatan terkait program stimulus ekonomi dalam rangka antisipasi dampak wabah virus Corona.

Paket bantuan senilai 2 triliun dolar AS akan disiapkan, guna membantu mereka yang paling terdampak, terutama para pekerja dan sektor bisnis.

Pengumuman akhir negosiasi alot selama berhari-hari ini disampaikan Direktur Urusan Legislatif Gedung Putih, Eric Ueland kepada Foxnews, Rabu (25/3/2020).

"Saudara-saudara, kita sudah menyelesaikan kesepakatan,” kata Eric Ueland saat meninggalkan kantor pemimpin mayoritas, Senat Mitch McConnell (Republik-Kentucky).

Pemimpin minoritas Senat, Chuck Schumer, mengatakan skema stimulus dituangkan dalam UU. Pada intinya stimulus untuk menyokong kelompok informal.

Setiap warga Amerika yang diberhentikan akibat krisis wabah virus Corona, akan mendapatkan gaji yang terlewatkan.

Sedangkan perusahaan akan mendapatkan stimulus keuangan agar perusahaan bisa tetap bertahan dan segera mengembalikan ketika situasi aman.

McConnell mengatakan Senat akan menggelar raoat Rabu pukul 12 waktu Washington, tetapi belum menetapkan waktu pemungutan suara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved