Wabah Virus Corona
AS Kini Jadi Negara dengan Kasus Virus Corona Terbanyak di Dunia
Amerika Serikat (AS) kini menjadi negara dengan kasus Virus Corona terbanyak di dunia, lebih banyak dari kasus Virus Corona di China dan Italia
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Secara aturan dan procedural, debat tentang paket coronavirus akan terjadi pukul 1 malam waktu setempat, kecuali Senat membatalkan pemilihan itu.
"Demokrat akhirnya menerima 'ya' untuk sebuah jawaban," kata McConnell. "Bantuan sedang dalam perjalanan," sambungnya.
Ueland mengatakan kepada wartawan banyak pekerjaan berat terkait negosiasi sudah ia selesaikan, dan dalam beberapa jam akan diperoleh hasil akhirnya.
Paket penyelamatan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini akan memberikan pendaaan langsung ke warga AS, memperluas tunjangan pengangguran dan menyediakan program sebesar $ 367 miliar bagi usaha kecil untuk tetap menggaji pekerja sementara pekerja tinggal di rumah.
Debat paling krusial terakhir menyangkut alokasi dana $ 500 miliar terkait jaminan, pinjaman bersubsidi untuk industri yang lebih besar, termasuk bantuan maskapai penerbangan.
Kubu Demokrat menentang secara alot skema ini, karena mereka ingin mematuhi pembatasan emisi karbon baru. Rumah sakit akan mendapatkan bantuan yang signifikan juga.
Kesepakatan itu terjadi beberapa jam setelah penasihat ekonomi utama Presiden Trump mengatakan pemerintah menyiapkan stimulus $ 6 triliun.
Jumlah itu termasuk stimulus $ 4 triliun untuk menjaga likuiditas Bank Sentral. Senator Lindsay Graham tampil sebagai ujung tombak negosiator dari kubu Republik.
Gebrakan Graham dan Senator Daines ke kubu Demokrat berhasil meredakan ketegangan setelah Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan poin tertinggi dalam sejarah.
Fakta itu dianggap menunjukkan kekuatan ekonomi AS di tengah gempuran wabah virus Corona. Saham juga menguat di Asia setelah Dow Jones Industrial Average menunjukkan performa terbaik sejak 1933.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 5,3 persen, sementara Hong Kong bertambah 3 persen dan Sydney naik 3,6 persen. Pasar di seluruh Asia semuanya naik lebih dari 2 persen.(Tribunjogja.com/Foxnews/xna/mon/The New York Times)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pakar-medis-china-khawatirkan-gelombang-susulan-gempuran-wabah-virus-corona.jpg)