Pendidikan

Tak Punya Gadget, Siswa Pinjam Gadget Tetangga Agar Bisa Ikut KBM Online

Karena latar belakang kondisi keluarga, Amelita mengatakan, beberapa siswanya juga ada yang menjalani pembelajaran online sambil bekerja sampingan.

Tayang:
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
siswa SMP SMA Gotong Royong 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah telah menginstruksikan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan di rumah.

Kegiatan belajar mengajar di rumah dilakukan secara daring atau online.

Namun yang menjadi persoalan, tidak semua siswa memiliki gadget yang dapat menunjang KBM online, sehingga KBM online pun menjadi kendala.

Belum lagi ada siswa yang terkendala kuota internet.

Beragam kendala tersebut membuat KBM belum berjalan maksimal.

Potret tersebut terjadi di SMP dan SMA Gotong Royong.

Live Streaming TVRI & Jadwal Tayang Program Belajar dari Rumah Kamis 30 April 2020, LINK di SINI

Berbagai upaya dilakukan oleh para siswa SMP dan SMA Gotong Royong agar bisa mengikuti KBM online.

Beberapa siswa pun terpaksa meminjam gadget tetangga mereka agar tidak tertinggal materi pelajaran

Kepala SMP Gotong Royong, Amelita Tarigan mengatakan seluruh kegiatan maupun proses KBM online di sekolahnya telah berlangsung sejak 16 Maret lalu.

Hanya saja ada hal-hal tertentu yang bersifat penting sehingga mengharuskan guru dan karyawan ke sekolah seperti piket misalnya.

Namun untuk kegiatan siswa seluruhnya telah dilakukan secara daring atau online.

Amelita mengungkapkan kendala yang dialami para siswanya saat mengikuti KBM online yakni tidak semua siswa memiliki gadget dan terkendala kuota internet.

Disdik Sleman : Sekolah Akan Kejar Kekurangan Pembelajaran di Kelas Berikutnya

"Mereka pinjam teman atau tetangga, atau teman sekelas yang dekat rumahnya ngasih tau kemudian dikerjakan manual difotokan di group," ujarnya Rabu (29/4/2020).

Sekolah juga telah memberikan bantuan kuota internet kepada siswa dari hasil donasi.

Namun pemberian kuota internet tersebut juga terkendala nomor handphone siswa yang berganti-ganti ataupun gadget yang mereka gunakan gadget pinjaman.

Bagi mereka yang tidak bisa mengakses materi pelajaran, sekolah pun memberikan kelonggaran untuk mengumpulkan tugas.

Hal itu dilakukan guna memberikan kesempatan bagi siswa agar tetap bisa mengerjakan tugas.

"Setiap mengirim tugas kita beri kata-kata motivasi. kita beri ajakan semangat untuk belajar online," katanya.

Karena latar belakang kondisi keluarga, Amelita mengatakan, beberapa siswanya juga ada yang menjalani pembelajaran online sambil bekerja sampingan.

Belajar di Rumah di Gunungkidul Kembali Diperpanjang, Pelajar Direncanakan Kembali Sekolah 2 Juni

"Mereka setelah selesai sekolah lanjut bekerja di industri rumahan di sekitar rumah mereka. Karena sudah terbiasa mereka gak merasa sulit, tugas juga lancar tapi mungkin capek," ungkap dia.

Ia mengatakan, sekolah juga telah memberikan bantuan sembako kepada siswanya untuk meringankan beban orangtua siswa.

Pemberian paket sembako tersebut didapatkan dari hasil sumbangan para donatur.

"Puji Tuhan sudah 2 kali ini. Saya mengetuk hati teman kolega untuk berbagi di masa sulit. Saya yakin mreka juga sulit tetapi dengan niat baik semua pasti ada jalan," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved