Update Corona di DI Yogyakarta

Disdik Sleman : Sekolah Akan Kejar Kekurangan Pembelajaran di Kelas Berikutnya

Meski pembelajaran jarak jauh ini intensif dilakukan namun pencapaian tetap tak bisa disamakan dengan masa pembelajaran di sekolah.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
englishlive.ef.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman kembali perpanjangan masa pembelajaran jarak jauh.

Hal ini juga sesuai dengan surat edaran Gubernur DIY, di mana masa pembelajaran jarak jauh diperpanjang dari 29 April-16 Mei 2020. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Arif Haryono menjelaskan, meski pembelajaran jarak jauh ini intensif dilakukan namun pencapaian tetap tak bisa disamakan dengan masa pembelajaran di sekolah.

Jika di sekolah, siswa harus mengikuti tujuh jam pelajaran, maka untuk jarak jauh selama masa pandemi Covid-19 ini akan lebih fleksibel.

Ia pun menekankan bahwa pembelajaran di rumah tidak mungkin dapat mencapai target kurikulum.

Masa Pembelajaran Jarak Jauh di Yogyakarta Diperpanjang Lagi

Karena perbedaan dari sisi substansi materi pembelajaran, pendekatan pembelajaran dan dari sisi sistem penilaian.   

Ia menyebut, sehebat apapun daring ini, tidak bisa memenuhi pencapaian seperti pembelajaran di sekolah.

Maka solusinya, di tahun berikutnya ketika naik kelas, guru akan mengidentifikasi atas kekurangan dari kompetensi siswa, terutama pencapaian kompetensi dasar. 

"Maka di kelas berikutnya harus di-push kekurangan ketika rentan waktu pembelajaran di rumah. Nanti diidentifikasi oleh guru apa saja kekurangan pencapai  kurikulumnya dan akan diberikan di kelas selanjutnya," ungkapnya, Rabu (29/4/2020).

Ia juga mengungkapkan bahwa saat dilakukan pembelajaran jarak jauh pun masih ditemukan kendala, seperti keluhan sulitnya akses internet, gadget yang spesifikasinya kurang memadai dalam membuka aplikasi, atau dalam satu rumah hanya ada satu gadget dan itupun dipakai orang tua untuk bekerja.

Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona

"Maka dari itu, ada SD yang memberikan kesempatan ke siswa untuk mengumpulkan tugas secara manual. Karena biasanya siswa SD berasal dari dekat lingkungan sekolah," ujarnya.

Selain itu, satu di antara upaya untuk mengatasi kendala gadget maka dari kemendikbud juga mempunyai program pembelajaran melalui TVRI.

Setiap hari ada jadwal tertentu untuk masing-masing kelas dari SD-SMP.

Guru pun turut memantau, dan bisa membuat tugas dari materi yang disampaikan di TV. 

"Intinya pembelajaran di rumah sudah berjalan tapi dalam kondisi tertentu disesuaikan dengan kondisi ekonomi, karena ada yang cuma punya satu HP itupun dipakai orang tua. Maka pengumpulan tugas bisa fleksibel bisa dilain hari, intinya anak-enak tetap enjoy mengikuti pembelajaran," imbuhnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved