Update Corona di DI Yogyakarta
Ramadan dan Pandemi COVID-19, Gas 3 Kg Dipastikan Tetap Tersedia di Gunungkidul
Stok gas juga dipastikan tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pandemi COVID-19.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ketersediaan gas tabung berukuran 3 kg dipastikan tetap aman selama Ramadan.
Stok gas juga dipastikan tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pandemi COVID-19.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Virgilio Soriano menyampaikan sudah melakukan pemantauan ke lapangan.
"Berdasarkan pemantauan, tidak ada lonjakan pemakaian gas 3 kg sehingga stok tetap aman," jelas Virgilio dihubungi pada Rabu (29/04/2020).
• PDAM Gunungkidul Bebaskan Tagihan Air bagi Warga Terdampak COVID-19
Menurut Virgilio, perbandingan pemakaian gas 3 kg sebelum dan saat memasuki Ramadan ini tidak mengalami peningkatan signifikan.
Kondisi tersebut juga terjadi selama masa pandemi COVID-19 ini.
Disperindag Gunungkidul mencatat ada 6 agen LPG dan 756 pangkalan.
Harga Eceran Tertinggi (HET) berada di kisaran Rp 15,500 per tabung, namun harga mengalami sedikit perubahan di tingkat pengecer.
Virgilio pun menyebut tingkat pemakaian gas 3 kg pada Ramadan kali ini cenderung lebih normal ketimbang periode sebelumnya.
Meskipun demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Pertamina.
• Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona
"Jika suatu saat terjadi lonjakan konsumsi, maka kami akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk segera menyediakan pasokan gas 3 kg," katanya.
Anto, seorang pengusaha pangkalan gas di Patuk mengatakan pasokan gas 3 kg sampai saat ini terbilang aman.
Harga pun masih di kisaran HET.
Namun ia berharap penambahan pasokan tetap dilakukan mengingat kebutuhan masyarakat sewaktu-waktu bisa meningkat.
Terutama saat musim hujan ketika kayu bakar sulit dicari, membuat warga beralih ke gas tabung.
"Peningkatan biasanya terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri," tutur Anto. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)