Gunungkidul

Cegah COVID-19, Pasar Ramadan di Wonosari Akan Ditiadakan Tahun Ini

Saat bulan Ramadan atau masa puasa, biasanya akan dibuka pasar sore yang menyediakan beragam makanan untuk berbuka.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Pasar Argowijil di Desa Gari, Wonosari yang ditutup sementara selama masa pandemi COVID-19. Pasar ini biasanya dimanfaatkan saat bulan Ramadan sebagai pasar kuliner 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Saat bulan Ramadan atau masa puasa, biasanya akan dibuka pasar sore yang menyediakan beragam makanan untuk berbuka.

Pasar ini pun biasanya jadi pusat keramaian masyarakat.

Namun, salah satu pasar kuliner yang biasanya dibuka yaitu Pasar Argowijil di Wonosari dipastikan tidak beraktivitas pada Ramadan kali ini.

Belajar Wirausaha di Pasar Ramadan Jalur Gaza Nitikan

Peniadaan tersebut disampaikan oleh Camat Siswanto, Wonosari.

Menurutnya penutupan tersebut berdasarkan pada edaran Kepala Desa Gari untuk menutup Pasar Argowijil yang biasanya ramai setiap Minggu pagi.

"Secara otomatis pasar sore Ramadan ditiadakan karena biasanya juga dilakukan di sana," ungkap Siswanto ditemui pada Kamis (23/04/2020).

Siswanto menjelaskan penutupan tersebut sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang lebih luas.

Mau tidak mau, para pedagang pun terpaksa harus bersabar dengan kondisi tersebut.

Tidak Ada Pasar Sore Ramadan di Kota Yogyakarta

Berdasarkan pantauan Tribun Jogja, suasana di Pasar Argowijil tampak kosong melompong.

Sejumlah batang bambu pun terpasang di gerbang utama sekaligus spanduk keterangan penutupan aktivitas sementara.

Penutupan Pasar Ramadan juga dilakukan oleh pengelola Wisata Gua Ngingrong, Mulo, Wonosari.

Keputusan tersebut dikeluarkan seiring dengan penutupan aktivitas wisata sejak Maret lalu.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gua Ngingrong, Suwarno mengatakan pengurus lainnya juga sudah sepakat dengan keputusan tersebut.

"Setidaknya 28 pedagang makanan terpaksa tidak berjualan pada Ramadan tahun ini," kata Suwarno.

Suwarno sendiri mengaku keputusan tersebut juga terpaksa dikeluarkan demi keselamatan warga sekitar dan para pengunjung.

Ia menyatakan sejak wisata ditutup, banyak warga yang biasanya terlibat menjadi lumpuh secara ekonomi.

Padahal pada Ramadan sebelumnya, Suwarno menyebut terjadi peningkatan kunjungan dari para pemudik.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved