Update Corona di DI Yogyakarta
Pemerintah Segera Berikan Bantuan ke Sektor Pariwisata di Daerah
Saat ini menjadi pukulan berat bagi para pengusaha wisata di mana hampir semua wisata berhenti karena Covid-19.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Presiden Joko Widodo meminta agar pelaku wisata mendapatkan bantuan.
Seruan tersebut disampaikannya pada pekan lalu.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama juga telah memberikan pengarahan kepada beberapa Kepala Dinas Pariwisata di daerah destinasi super prioritas di Indonesia, satu di antaranya DIY.
"Untuk pelaku pariwisata seperti HPI, belum lama ini presiden menyampaikan minta para pekerja pariwisata diperhatikan karena menyumbang devisa. Pembahasannya antara lain jaring pengaman sosial untuk pekerja pariwisata dan tentang stimulus ekonomi. Kemudian tindak lanjut Jumat (17/4/2020) saya video conference dengan Menpar, saya sampaikan keluh kesahnya," ucapnya pada Tribunjogja.com, Minggu (19/4/2020).
• 405 Pramuwisata di DI Yogyakarta Terkena Imbas Virus Corona, Ada yang Beralih jadi Tukang Ojek
Ia pun berharap, bantuan dari pemerintah segera datang untuk pelaku wisata.
Skema bantuan ini memang belum dibahas secara detil, namun Singgih mengatakan bahwa bantuan tersebut juga bisa saja berbentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
"Kalau jaring pengaman sosial dari Dinsos itu ada desil 1-4, tenaga informal ada Jadup, lalu sektor abu-abu maksudnya pegawai hotel yang dirumahkan tidak masuk desil 1-4, ini yang kemudian harus disentuh, dirumuskan. Senin pagi saya komunikasi membahas itu pada rapat internal," bebernya.
Situasi pandemi saat ini, lanjutnya, tidak hanya HPI yang tidak siap, namun juga kelompok masyarakat serta individu yang tidak pernah menduga akan ada wabah yang datang secara tiba-tiba dan sangat cepat menyebar.
Meski demikian, kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat yaitu dengan merumuskan jaring pengaman sosial, bidang ekonomi ada beberapa stimulus baik secara jasa dan perorangan sudah ada meski belum sepenuhnya berjalan secara optimal.
"Bukan lantas Pemda diam saja, tapi kita berusaha meringankan beban itu. Kalau di Pemda DIY sendiri yang mendapat prioritas di bidang kesehatan, bantuan sosial juga pembagian sudah meluncur Jumat atau Sabtu kemarin, ekonomi lebih menyentuh pada UMKM yang tadinya menjahit baju kemudian menjahit masker itu kan pemberdayaan. Itu yang kemudian bisa dilakukan," ucapnya.
Ia tak kuasa membendung kesedihannya saat menceritakan kondisi sektor pariwisata di DIY saat ini yang menjadi senyap.
• Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona
Ketika pariwisata menjadi sektor yang terdampak penularan Covid-19, membuat jumlah turis mendadak nol, dan semua lini mulai dari hotel hingga kaki lima harus menerima kenyataan ini.
"Ketika nggak ada wisatawan, semua sepi. Bakpia nggak ada yang beli. Resto legendaris sepi. Ya itu namanya situasi yang kita tidak pernah tahu dan menyangka akan seperti ini," ucapnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan memang saat ini menjadi pukulan berat bagi para pengusaha wisata di mana hampir semua wisata berhenti karena Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/legislatif-minta-pengisian-jabatan-kosong-di-pemda-diy-melalui-lelang-terbuka-dan-transparan_20180926_163024.jpg)