Update Corona di DI Yogyakarta

WB Lapas Wirogunan Produksi Masker hingga APD

Pandemi virus Corona dimanfaatkan oleh sejumlah Lapas di Yogyakarta untuk memberdayakan para WB untuk dapat memproduksi alat kesehatan secara mandiri.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
WB Lapas Wirogunan memproduksi alat kesehatan berupa masker, bilik sterilisasi serta APD. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll A Wirogunan Yogyakarta memberdayakan para warga binaan (WB) untuk memproduksi alat-alat kesehatan berupa masker, bilik sterilisasi dan alat pelindung diri (APD). 

"Karena pandemi virus Corona jadi kita lakukan pelatihan kepada WB dan juga melakukan produksi sendiri alat-alat kesehatan yang diperlukan untuk mencegah penularan," kata Jati Suryono, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas ll A Wirogunan Yogyakarta, Rabu (15/4/2020).

Dia menyebut, pandemi virus Corona dimanfaatkan oleh sejumlah Lapas di Yogyakarta untuk memberdayakan para WB untuk dapat memproduksi alat kesehatan secara mandiri.

BPBD Kabupaten Magelang Buat APD Pemakaman Secara Mandiri

Dalam sehari, para WB dapat memproduksi sebanyak 200-300 buah masker. Jumlah itu ditargetkan akan meningkat signifikan dalam waktu dekat karena kebutuhan dan juga permintaan yang cukup banyak. 

"Ada empat WB yang memproduksi dan dilatih oleh dua orang pendamping," katanya. 

Pada tahap awal, para WB dikatakan masih belum cukup terampil untuk memproduksi masker.

Meski tampak sederhana, pembuatan masker juga butuh ketelitian untuk menghasilkan produk yang sesuai.

"Tapi lama kelamaan pasti akan terbiasa. Saat ini mereka sudah tahu teknik dan caranya," ungkapnya. 

Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona

Masker tersebut sebagian digunakan untuk kebutuhan di lingkungan Lapas.

Beberapa diantaranya juga disalurkan ke masyarakat umum yang membutuhkan. 

"Kita gunakan bahan yang sudah direkomendasikan. Ada yang menggunakan katun dan ada juga yang memakai bahan lainnya. Jadi cukup beragam," urainya. 

Sementara, untuk APD saat ini pihaknya masih memproduksi sampel. Saat sampel yang diproduksi dinilai siap dan sesuai dengan APD yang direkomendasikan, maka akan mulai diproduksi.

"Hal ini juga semacam pelatihan dan pengembangan bagi para WB agar mereka mempunya bekal dan kesibukan di Lapas," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved