Jawa

BPBD Kabupaten Magelang Buat APD Pemakaman Secara Mandiri

Anggota Satuan tugas di BPBD membuat alat pelindung wajah yang sederhana, sedangkan Hazmat dibuat dengan menggerakkan UMKM yang ada di Kabupaten Magel

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Satgas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang membuat secara mandiri Alat Pelindung Diri (APD) yang diperuntukkan untuk petugas pemakaman suspek Covid-19, Selasa (14/4) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Satgas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang untuk membuat secara mandiri Alat Pelindung Diri (APD) yang diperuntukkan untuk petugas pemakaman suspek Covid-19.

Ada sekitar 300 yang sedang dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapat. UMKM juga digerakkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengeluhkan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak tersedia di pasaran, sehingga pihaknya berpikir untuk membuat APD khusus untuk pemakaman secara mandiri.

Anggota Satuan tugas di BPBD membuat alat pelindung wajah yang sederhana, sedangkan Hazmat dibuat dengan menggerakkan UMKM yang ada di Kabupaten Magelang.

Hasil Swab 11 PDP yang Meninggal di Kabupaten Magelang Belum Jelas

"APD ini tidak tersedia di pasar, sehingga kita terus berpikir bagaimana tetap ada, karena ini khususnya untuk APD pemakaman. Bagaimanapun kita harus memnberikan rasa aman kepada mereka petugas pemakaman sehingga kawan-kawan dari BPBD berkreasi dan membuat tiruan pelindung wajah, serupa dengan yang pabrikan dengan bahan-bahan seadanya," tutur Edy, Selasa (14/4/2020).

Satu paket APD khusus untuk pemakamana terdiri dari hazmat, pelindung wajah, masker, sepatu boot, dan sarung tangan lateks.

Hazmat sendiri dibuat oleh penjahit skala kecil di Kabupaten Magelang.

Sementara, alat pelindung wajah dibuat secara mandiri oleh petugas satgas.

"Untuk pembuatan Hazmat, kita memanfaatkan usaha mikro penjahit kecil, supaya sembari memenuhi kebutuhan APD juga sambil menggerakkan ekonomi. Untuk bahan dari pengrajin di Muntilan. Kalau kebutuhan besar, pengrajin besar dan pengrajin yang lain," kata Edy.

Setiap kecamatan memerlukan tujuh paket APD ini, dan baru satu APD di setiap kecamatan yang telah terkirim.

Nanti jika diperlukan, petugas pemakaman tinggal menggunakan APD yang ada di tiap kecamatan tanpa perlu ke kantor BPBD Kabupaten Magelang.

Masa Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di Kabupaten Magelang Diperpanjang sampai 25 April 2020

"Setiap kecamatan sendiri butuh 7, tetapi paket terlebih dahulu dan disusul paket berikutnya. Karena kita ingin segera terlayani. Menurut protokol empat jam setelah meninggal dunia harus dimakamkan. Kalau mereka harus mengambil ke BPBD kan jauh, jadi kita sediakan secara langsung," tutur Edy.

Salah satu anggota Satgas dari BPBD Kabupaten Magelang, Nur Fauzan, mengatakan, pihaknya kini tengah membuat sekitar 300 buah pelidung wajah.

Alat pelindung wajah ini terbuat dari mika dan spon.

Pembuatan APD ini untuk mengatasi kelangkaan.

"APD berupa alat pelindung wajah dan sekarang masih proses di Pusdalops. Hari ini kita membuat 300 buah. Pelindung wajah ini terbuat dari mika, spon dan lapisan double tape. Ini adalah inisiatif sendiri untuk mengatasi kelangkaan APD," kata Fauzan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved