Pasukan Jenderal Haftar Siapkan Serangan Pamungkas untuk Merebut Ibukota Tripoli
Tentara Nasional Libya (Libyan National Army) yang dipimpin Jenderal Khalifa Haftar mengumumkan upaya akhirnya guna merebut Misrata dan Tripoli
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Tentara Nasional Libya (Libyan National Army) yang dipimpin Jenderal Khalifa Haftar mengumumkan upaya akhirnya guna merebut Misrata dan Tripoli, ibukota Libya.
Mereka mengirimkan pasukan militer baru untuk berpartisipasi dalam serangan besar, langkah akhir menguasai Libya sepenuhnya.
Sebaliknya, pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) mengaku telah menyerang pangkalan udara Al-Watiya pada Jumat, menghancurkan truk pasokan logistic LNA.
Tak lama setelah klaim ini, LNA mengumumkan pasukan pertahanan udaranya menembak jatuh dua pesawat nirawak Turki di dekat kota Tarhuna dan Al-Aziziah.
Permintaan gencatan senjata oleh PBB diabaikan kedua kelompok bersenjata yang bertarung sepeninggal Moammar Khadaffi ini.
Pada penjelasan terbarunya, LNA mengklaim telah menguasai gerbang Bograin di wilayah barat kota pelabuhan Misrata.
Kota ini sangat strategis dan jadi basis terkuat GNA. LNA didukung Emirat Arab dan Mesir, serta Rusia, berusaha mengusir Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) pimpinan Faisal Saraj, yang didukung Turki.
Keterangan disampaikan juru bicara Komando Umum LNA, Mayjen Ahmed Al-Mismari, dikutip Al Masdar News, Senin (13/4/2020).
Ia mengkonfirmasi pasukan LNA mereka telah memperketat kendali mereka atas akses masuk Tripoli dari arah barat.
Pasukan LNA juga menemukan sejumlah besar senjata, amunisi, dan peralatan militer di daerah itu, setelah musuh kabur meninggalkan kubu pertahannya.
Gerbang Bograin terletak di dekat kota pelabuhan Misrata yang strategis di bagian utara Libya.
Misrata adalah salah satu benteng utama untuk GNA dan pelabuhan pasokan logistik penting untuk pasukan yang terakhir. GNA belum mengomentari klaim LNA ini.
Konflik bersenjata di Libya memasuki babak baru seiring fakta yang diungkap Sputniknews.com mengutip sumber-sumber di jaziran Arab.
Kelompok Libyan Nasional Army (LNA) yang dipimpin Marsekal Khalifa Haftar, disebut menggunakan rudal buatan perusahaan Israel di tengan peperangan.
Senjata canggih itu dipasok Uni Emirat Arab (UAE) lewat Mesir. Kedua negara ini secara terbuka menyokong kelompok LNA.
Rudal darau ke udara itu terbukti akurat merontokkan pesawat-pesawat tanpa awak Turki yang dikerahkan guna membantu Government National Accord (GNA) yang dipimpin Faisal Saraj.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pasukan-jenderal-khalifa-haftar.jpg)