Trump Marah Besar ke WHO Hingga Ancam Stop Bantuan Dana, Apa Penyebabnya?
Trump menuduh WHO sangat berorientasi ke China. Ia mengancam akan membatalkan semua bantuan keuangan AS ke lembaga PBB ini
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kemarahannya ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Trump menuduh WHO sangat berorientasi ke China. Ia mengancam akan membatalkan semua bantuan keuangan AS ke lembaga PBB ini.
Kemarahan Trump diungkapkan lewat akun Twitternya, dan diulang pada konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (7/4/2020) malam waktu setempat, atau Rabu pagi WIB.
Kemarahan Trump berpangkal kegagalan WHO mendeteksi pandemik virus Corona. Mereka dianggap terlalu mempercayai China.
• UPDATE Jumlah Kasus Virus Corona di Dunia : AS Mendeteksi 33 Ribu Kasus Baru dalam 24 Jam
"Mereka mengatakan (info Corona) itu salah, mereka menyebutnya salah. Mereka melewatkan kabar itu itu," kata Trump dalam konferensi pers Gedung Putih.
"Mereka seharusnya tahu dan mereka mungkin tahu," lanjut Trump yang menduga WHO menyembunyikan informasi tentang virus Corona.
Kekesalan Trump menjadi-jadi ketika WHO di awal persebaran wabah menganggap tidak perlu ada larangan kehadiran para pendatang dari China.
Saat itu Kota Wuhan di Provinsi Hubei menjadi lokasi pertama sebaran wabah Corona. Presiden Trump mengiyakan pendapat para tokoh konservatif terkemuka yang mengatakan WHO terlalu ramah pada China.
WHO yang bermarkas di Jenewa, Swiss, menerima sejumlah besar dana dari AS. Bahkan mayoritas pendanaan lembaga ini datang dari Paman Sam.
“Mereka salah. Mereka salah tentang banyak hal,” tuding Trump yang saat ini kerepotan menangani dampak pandemik Corona di negaranya.
AS mencatatkan diri sebagai negara dengan pasien positif terpapar virus Corona. Angka kematian di negara itu melonjak drastik, melewati angka 6.000 orang.
"Mereka memiliki banyak informasi awal dan mereka tidak mau, mereka tampaknya sangat condong ke China," katanya, mengubah poin yang dia coba buat di tengah kalimat.
Trump menyinggung perkembangan di China saat ini, ketika isolasi Wuhan dicabut total per hari ini.
Orang-orang Wuhan mulai hari ini, Rabu (8/4/2020), diizinkan keluar rumah, bepergian ke mana saja sejak lockdown mulai 23 Januari 2020.
Kabar terbaru korban tewas Covid-19 di Italia (17.127), Spanyol (14.045), AS (12.823), Prancis (10.328), Inggris (6.159) dan Iran (3.872).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/trump_jhgjdfg6565_20151215_214717.jpg)