Update Corona di DI Yogyakarta
Pakar UGM Sebut Physical Distancing Dapat Menekan Laju Covid-19
Kebijakan pembatasan sosial perlu diambil dengan mempertimbangkan banyak aspek secara komprehensif.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Banyak masyarakat sudah mengetahui bahwa physical distancing atau pembatasan sosial sangat penting dalam menekan laju Covid-19.
Namun, bagaimana pembatasan sosial tersebut dilakukan dan berapa lama diterapkannya?
Dosen FMIPA UGM, Drs Danardono, MPH, Ph D pada Jumat (3/4/2020) mengatakan, pembatasan sosial terbukti kuat menekan laju penularan dan dampak buruk yang ditimbulkan Covid-19.
Dia mengungkapkan, kebijakan pembatasan sosial perlu diambil dengan mempertimbangkan banyak aspek secara komprehensif.
Tidak hanya melihat masalah dari satu dua aspek saja.
• Alasan WHO Mengganti Istilah Social Distancing Menjadi Physical Distancing
“Berkaca dari penelitian yang dilakukan negara lain, pendapat saya April itu PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) masih diperlukan. Seperti juga yang diramalkan banyak ahli di Indonesia, wabah ini mengalami puncak pada pertengahan April, Mei mulai meredup, Juni mulai landai,” ujarnya.
Danardono menambahkan, masyarakat harus kompak menerapkan PSBB yang ditetapkan pemerintah.
“Ada yang bilang kita masyarakat heterogen. Kalau PSBB itu di China mungkin oke. Di kita perlu menggerakkan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengimbau masyarakat. Atau mungkin kalangan intelektual perlu memberi perhatian. Yang penting kita perlu kompak. Kompak itu yang susah,” tuturnya.
Melihat penelitian yang dilakukan di China, Danardono melanjutkan, di China sudah terjadi gelombang kedua infeksi Covid-19.
“Kalau berkaca dari itu, kita jangan kecepetan membukanya (PSBB). Di Indonesia perkembangan virus ke depan seperti apa kita masih bertanya-tanya,” tukasnya.
Dosen Jurusan Matematika FMIPA UGM itu mengungkapkan, dari pemodelan matematika yang dilakukan terhadap situasi di China, pandemi berlangsung selama kurang lebih empat bulan.
• Kabar Terbaru dr Tirta, Keluar RS Nyanyikan Lagu Karangan Sendiri & Siap Kembali Lawan Virus Corona
“Kebijakan lockdown total di Wuhan dimulai Januari dan diprediksi baru berakhir Maret atau April dengan dua macam intervensi berbeda,” katanya.
Danardono juga memaparkan hasil penelitian suatu model matematika tentang pembatasan sosial yang mengambil data berdasarkan fakta di Wuhan, China, melalui Webinar yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
Penelitian itu berjudul “The effect of control strategies to reduce social mixing on outcomes of the COVID-19 epidemic in Wuhan, China: a modelling study”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pakar-ugm-sebutphysical-distancingdapat-menekan-laju-covid-19.jpg)