Update Corona di DI Yogyakarta
Sterilisasi Wisma Tim Medis Bantuan dari Diaspora Dijamin Aman
Meski keterbatasan akses untuk saling bertatap muka, hal itu tidak membatasi Yustika N. Arifa bersama 15 anggota lain untuk peduli terhadap tenaga med
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Joga, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -
Para diaspora Indonesia yang tersebar di banyak negara ikut turun tangan membantu kebutuhan tenaga medis di Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19. Mereka tergabung dalam gerakan Wisma Tenaga Medis.
Setidaknya ada sekitar 20 Professional dan Diaspora yang menginisiasi program tersebut.
Yustika N. Arifa, kandidat PhD dari Early Stage Researcher Global Mobility Project EU Denmark mengatakan, RSUP dr Sardjito dipilih karena merupakan salah satu rumah sakit rujukan nasional yang berada di DIY-Jateng.
"Tenaga medis ini kan yang bertugas di paling depan dalam penangan Covid-19. Mereka setiap kali berinteraksi dengan pasien harus mandi. Kebayang kan, berapa kali mandi dalam sehari. Untuk itu, kebutuhan penginapan ini juga sangat penting bagi mereka," ujarnya dalam video konderensi bersama Tribun Jogja, Kamis (2/4).
Dia menyebutkan, bantuan ini bermaksud untuk menghindarkan tenaga medis dari kelelahan saat bertugas dan membantu meningkatkan produktivitas mereka.
Selain itu, menghilangkan kekhawatiran para tenaga medis akan kemungkinan menularkan ke keluarga mereka.
"Mereka membutuhkan tempat yang nyaman untuk istirahat karena itu sangat berpengaruh pada sistem imun. Wisma yang kami sediakan adalah ruangan ber-AC (air conditioner), ada pemanas air, dan hanya berjarak 2-3 kilometer dari RS Sardjito. Semua ruang juga akan disterilisasi oleh tim sterilisasi dari RSUP Sardjito," tutur Yustika.
Direncanakan ada 34 kamar yang akan disediakan. Satu kamar berisi dua tenaga medis. Total tenaga medis yang dapat menempati wisma ini adalah 136 orang. Ia menjelaskan, wisma tersebut nantinya akan berlokasi di Jalan Flamboyan, Deresan, Sleman.
"Untuk tempat sudah komunikasi dengan stakeholder terkait, mulai dari RedDoorz, pihak lain yang terkait. Nah, sejauh ini pihak-pihak yang kami ajak komunikasi mendukung kegiatan ini," sambungnya.
Namun, tidak menutup kemungkinan jika nantinya ada donatur yang ingin menawarkan hotel mau pun wisma untuk dijadikan penginapan akan diterima dengan sangat terbuka.
Ia berharap gerakan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk bergerak. Menurutnya, permasalahan Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Namun, masyarakat pun dapat turun membantu sesuai kemampuan.
Yustika pun berharap mereka nantinya dapat menggaet pihak katering untuk penyediaan makanan para tenaga medis. Terutama saat Ramadan.
Indira Primasari, kandidat PhD dari Faculty of Medicine, Universiteit of Amsterdam Belanda menambahkan, timnya hingga saat ini terus menjalin komunikasi dengan pihak RSUP dr Sardjito. "Awalnya kami komunikasi dengan pihak direksi RS Sardjito. Beberapa hari kemudian kami rapat dengan pihak direksi. Ternyata, wisma tenaga medis ini sangat dibutuhkan. Kami melakukan komunikasi terus dengan pihak RS Sardjito," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)