Wabah Virus Corona
Shenzhen Larang Warga Konsumsi Daging Anjing dan Kucing, Pasar Hewan Liar Wuhan Justru Buka Lagi
Setelah pandemi virus corona di seluruh dunia, salah satu kota di China, Shenzhen melarang warganya untuk mengkonsumsi daging anjing dan kucing.
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Rina Eviana
Empedu beruang mengandung asam ursodeoxycholic.
Empedu ini bermanfaat untuk melarutkan batu empedu dan mengobati penyakit hati.
Hingga kini tidak ada bukti efektif untuk melawan virus corona. Terlebih menggunakan bagian hewan untuk pengobatan.
Brian Daly, juru bicara Yayasan Hewan Asia, mengatakan kepada AFP: "Kita seharusnya tidak mengandalkan produk-produk satwa liar seperti empedu beruang sebagai solusi untuk memerangi virus mematikan yang tampaknya berasal dari satwa liar."
Pasar Hewan Liar di China Mulai Dibuka
Negara asal virus corona, China disebut berhasil melawan COVID-19. Melansir dari Grid.id, Pemerintah Pemerintah Provinsi Hubei, China, membebaskan warganya sebanyak 60 juta dari lockdown pada Rabu (25/03/2020).
Aktivitas warga China perlahan mulai normal. Di Wuhan sebagai kota paling terdampak mulai beroperasi kembali.
Namun Wuhan menjadi sorotan setelah pasang hewan liar kembali dibuka. Pasar hewan itu menjual daging hewan liar seperti kelelawar, ular, anjing, tikus, dan lainnya.
Sebelumnya pasar hewan liar di Wuhan ditutup karena dicurigai sebagai tempat pertama wabah virus corona.
Namun setelah dibukanya status lockdown, pasar-pasar penjual daging hewan liar mulai beroperasi kembali.
(Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kucing-bernama-garlic-20-yang-merupakan-hasil-kloning-dari-kucing-yang-sudah-mati.jpg)