Wabah Virus Corona

Shenzhen Larang Warga Konsumsi Daging Anjing dan Kucing, Pasar Hewan Liar Wuhan Justru Buka Lagi

Setelah pandemi virus corona di seluruh dunia, salah satu kota di China, Shenzhen melarang warganya untuk mengkonsumsi daging anjing dan kucing.

Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Rina Eviana
IST/Sinogene
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Februari lalu, pemerintah China melarang untuk menjual dan mengonsumsi hewan liar. Penutupan pasar hewan liar di Wuhan dimulai ketika virus corona penyebab COVID-19 diduga pertama kali menginfeksi hewan ke manusia.

Virus corona sering dikaitkan dengan konsumsi daging hewan liar.

Bahkan pasar hewan liar di Wuhan, China ditutup semenjak virus ini muncul.

Hal ini mendorong pemerintah China melarang perdagangan dan konsumsi hewan liar.

Melansir dari bbc.com, Shenzhen salah satu kota di China melarang menjual dan mengkonsumsi daging anjing dan kucing.

Sadis! Ratusan Kucing Direbus Hidup-hidup Kulitnya Diambil untuk Dibuat Jaket dan Akesori Lain
Ilustrasi (Anti Fur Society)

Kota Shenzhen selangkah kedepan untuk melarang warganya mengonsumi daging anjing dan kucing. Peraturan ini mulai berlaku pada 1 Mei 2020.

Humane Society International (HSI) menyatakan, sekitar 30 juta anjing dibunuh di seluruh Asia untuk diambil dagingnya.

Sadis! Ratusan Kucing Direbus Hidup-hidup Kulitnya Diambil untuk Dibuat Jaket dan Akesori Lain

 

Tetapi, mengonsumsi daging anjing di China jarang dilakukan. Mereka memilih anjing dan kucing sebagai hewan peliharaan.

"Anjing dan kucing sebagai hewan peliharaan telah menjalin hubungan yang lebih dekat dengan manusia daripada semua hewan lain, dan melarang konsumsi anjing dan kucing serta hewan peliharaan lainnya adalah praktik umum di negara-negara maju dan di Hong Kong dan Taiwan," kata pemerintah kota Shenzhen dari laporan Reuters.

boredpanda.com, Masker khusus untuk anjing upaya pencegahan virus corona pada hewan peliharaan
boredpanda.com, Masker khusus untuk anjing upaya pencegahan virus corona pada hewan peliharaan (boredpanda.com)

Spesialis kebijakan China untuk HSI mendukung peraturan ini.

Larangan menanggapi permintaan dan semangat peradaban manusia. Keputusan ini disetujui oleh Organisasi advokasi hewan HSI.

"Ini benar-benar bisa menjadi momen penting dalam upaya untuk mengakhiri perdagangan brutal ini yang membunuh sekitar 10 juta anjing dan 4 juta kucing di China setiap tahun," kata Dr Peter Li.

Namun, pemerintah China menyetujui penggunaan empedu beruang untuk mengobati pasien virus corona bersamaan dengan keputusan ini.

Anjing Chihuahua Ini Membantu Beli Camilan untuk Pemiliknya saat Karantina Virus Corona

Empedu beruang ternyata memiliki khasiat di dalamnya.

Empedu yang berada di dalam pencernaan beruang telah lama digunakan sebagai obat tradisional di Tiongkok.

Empedu beruang mengandung asam ursodeoxycholic.

Empedu ini bermanfaat untuk melarutkan batu empedu dan mengobati penyakit hati.

Hingga kini tidak ada bukti efektif untuk melawan virus corona. Terlebih menggunakan bagian hewan untuk pengobatan.

Brian Daly, juru bicara Yayasan Hewan Asia, mengatakan kepada AFP: "Kita seharusnya tidak mengandalkan produk-produk satwa liar seperti empedu beruang sebagai solusi untuk memerangi virus mematikan yang tampaknya berasal dari satwa liar."

Pasar hewan liar di Wuhan mulai dibuka
Pasar hewan liar di Wuhan mulai dibuka (npr.org)

Pasar Hewan Liar di China Mulai Dibuka

Negara asal virus corona, China disebut berhasil melawan COVID-19. Melansir dari Grid.id, Pemerintah Pemerintah Provinsi Hubei, China, membebaskan warganya sebanyak 60 juta dari lockdown pada Rabu (25/03/2020).

Aktivitas warga China perlahan mulai normal. Di Wuhan sebagai kota paling terdampak mulai beroperasi kembali.

Namun Wuhan menjadi sorotan setelah pasang hewan liar kembali dibuka. Pasar hewan itu menjual daging hewan liar seperti kelelawar, ular, anjing, tikus, dan lainnya.

Sebelumnya pasar hewan liar di Wuhan ditutup karena dicurigai sebagai tempat pertama wabah virus corona.

Namun setelah dibukanya status lockdown, pasar-pasar penjual daging hewan liar mulai beroperasi kembali.

(Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved