Rekor Spanyol, 950 Orang Meninggal Dalam Sehari, Kabar Baiknya Penyebaran Virus Melambat
Ini merupakan angka tertinggi sejak virus Corona terdeteksi di Madrid dan menyebar ke berbagai kota.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, MADRID - Spanyol melewati tonggak sejarah suram di tengah perang melawan wabah virus Corona ketika Kamis (2/4/2020) dilaporkan angka korban meninggal melewati 10.000 jiwa.
Dalam 24 jam terakhir, tercatat 950 orang meninggal akibat wabah mematikan ini.
Ini merupakan angka tertinggi sejak virus Corona terdeteksi di Madrid dan menyebar ke berbagai kota.
Namun demikian, angka lain mendatangkan harapan dan sikap optimismistis dilihat dari persentase penyebaran bvirus yang melambat per Kamis ini.
Ada kenaikan 10,5 persen pada Kamis, dan ini sama dengan persentase kenaikan hari sebelumnya, Rabu (1/4/2020).
• UPDATE Kasus Virus Corona di DIY 2 April 2020 : 29 Pasien Positif, Jumlah Pasien Sembuh Bertambah
• UPDATE 2 April 2020 Jumlah Pasien Positif COVID-19 Bertambah 113 Orang, Jumlah Total 1.790 Kasus
Dikutip dari CNN, persentase kenaikan di Spanyol ini juga lebih rendah dibanding dua pekan terakhir.
Data global menunjukkan virus Corona telah menginfeksi lebih dari 941.000 orang, dan membunuh lebih dari 47.000 di seluruh dunia, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins.
AS telah melaporkan lebih dari 216.500 kasus, dengan lebih dari 5.100 kematian. Krisis lain menghampiri AS ketika stok peralatan medis darurat federal AS hampir habis.
Menjelaskan perkembangan terakhir di Spanyol, Menteri Kesehatan Spanyol mengatakan kurva kasus-kasus baru di Spanyol telah terkendali.
Langkah-langkah darurat drastis telah diberlakukan untuk mengisolasi berbagai wilayah zona merah di negara itu.
Isolasi ini menunjukkan hasil positif.
"Data menunjukkan kepada kita kurva telah stabil," kata Menkes Salvador Illa saat jumpa pers di Madrid, Kamis (2/4/2020).
"Kita telah mencapai tujuan utama mencapai puncak kurva dan sekarang kita sedang memulai fase perlambatan," katanya.
Pemerintah Spanyol menerima kecaman partai-partai oposisi, sejumlah pekerja kesehatan dan serikat pekerja karena kekurangan fasilitas ICU, kurangnya alat pelindung diri yang memadai dan petugas kesehatan yang kewalahan karena jumlahnya terbatas.
Illa memperingatkan potensi krisis di hari-hari mendatang mengingat layanan kesehatan negara itu masih di bawah tekanan dan memiliki problem kekurangan sarana prasarana medis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/4-warganya-terpapar-covid-19-pemkab-bantul-ada-kemungkinan-transmisi-lokal.jpg)