Update Corona di DI Yogyakarta
Gerakan Wisma Tenaga Medis Berikan Penginapan Gratis pada Tenaga Medis RSUP Sardjito
Para diaspora Indonesia yang tersebar di banyak negara ikut turun tangan membantu kebutuhan tenaga medis di Indonesia dalam penanganan Covid-19.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Para diaspora Indonesia yang tersebar di banyak negara ikut turun tangan membantu kebutuhan tenaga medis di Indonesia dalam penanganan Covid-19.
Mereka tergabung dalam gerakan Wisma Tenaga Medis. Setidaknya ada sekitar 20 diaspora yang menginisiasi program tersebut.
Yustika N. Arifa, kandidat Ph.D. dari Early Stage Researcher Global Mobility Project EU Denmark, mengatakan bahwa RSUP Sardjito dipilih karena merupakan salah satu rumah sakit rujukan nasional yang berada di DIY-Jateng.
"Kami sebelumnya sudah bergerak membantu untuk APD dan kebutuhan lain para tenaga medis. Tapi kebutuhan penginapan ini juga sangat penting bagi mereka," ujarnya dalam video conference bersama Tribun Jogja, Kamis (2/4/2020).
Ia menyebutkan, bantuan ini bermaksud untuk menghindarkan tenaga medis dari kelelahan dan membantu meningkatkan produktivitas mereka.
Selain itu, menghilangkan kekhawatiran para tenaga medis akan kemungkinan menularkan ke keluarga mereka.
• Pemuda Klaten Ini Bagikan APD Gratis Buatan Sendiri untuk Bantu Tenaga Medis
"Mereka membutuhkan tempat yang nyaman untuk istirahat karena itu sangat berpengaruh pada sistem imun. Wisma yang kami sediakan adalah ruangan ber-AC, ada pemanas air, dan hanya berjarak 2-3 km dari RS Sardjito. Semua ruang juga akan disterilisasi oleh tim sterilisasi dari RSUP Sardjito," tutur Yustika.
Direncanakan ada 34 kamar yang akan disediakan.
Satu kamar berisi dua tenaga medis.
Total tenaga medis yang dapat menempati wisma ini adalah 136 orang.
Ia menjelaskan, wisma tersebut nantinya akan berlokasi di Jalan Flamboyan, Deresan, Sleman.
"Kami bekerjasama dengan RedDoorz. Pihak RedDoorz sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat. Kami berani memilih di situ karena sudah aman bagi semua pihak," sambungnya.
Ia berharap gerakan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk bergerak.
Menurutnya, permasalahan Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rsup-dr-sardjito-klarifikasi-info-anak-terkena-kanker-darah-akibat-keseringan-bermain-gadget.jpg)