Update Corona di DI Yogyakarta
Cegah Penyebaran Virus Corona di Pasar Tradisional, Disperindag Kota Yogya Siapkan 2 Opsi
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta bakal melaunching enam pasar online.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Sementara yang dilakukan Disperindag untuk saat ini untuk pencegahan Covid-19, hanya pemasangan tempat cuci tangan portable di 20 titik pasar.
"Serta ada 75 titik westafel di semua pasar di Yogyakarta. Beberapa memang bantuan dari CSR dan lembaga sosial," papar dia.
Yunianto berharap supaya pandemi Covid-19 di Yogyakarta segera berakhir.
Meski belum dirinci kerugian ekonomi akibat lesunya transaksi di pasar akibat dampak Covid-19, namun ia memahami jika beberapa pedagang memilih untuk idak berjualan sementara waktu.
"Harapannya segera pulih saja, supaya pasar tetap beroperasi dan menopang ekonomi masyarakat. Inovasi itu terus kami lakukan," ungkap dia.
Sementara itu, pantauan Tribunjogja.com, beberapa pasar terlihat sepi lantaran banyak lapak-lapak yang tutup.
Kondisi tersebut terlihat di Pasar Beringharjo, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta Rabu siang.
• Pengusaha Konveksi Gunungkidul Beralih ke Pembuatan Masker Kain
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Kranggan, Jalan Poncowinatan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta.
"Sudah sepi sejak satu minggu yang lalu, ya hanya bisa dihitung jari yang datang, tak lebih lima belas orang," kata seorang pedagang sembako, Munawaroh saat ditemui.
Saat ditanya mengenai program transaksi via online atau e-commerce, Mumun, sapaan akrabnya, tidak setuju dengan hal itu.
"Karena mayoritas pengunjung di sini itu ibu-ibu. Kalau yang melek teknologi datannya ke mall, di sini jadi sepi," keluh dia.
Ia juga mengatakan, jika diberlakukan transaksi daring, Mumun khawatir malah justru merepotkan konsumen.
"Malah ribet, sulit pasti buat narik pengunjung. Kami hanya mint, supaya jam operasional tidak dikurangi. Hanya itu saja," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cegah-penyebaran-virus-corona-di-pasar-tradisional-disperindag-kota-yogya-siapkan-2-opsi.jpg)