Wabah Virus Corona

Lima Penelitian yang Membawa Kabar Gembira di Tengah Pandemi Virus Corona

Berikut adalah beberapa penelitian yang tengah dikembangkan para ilmuwan untuk menghadapi virus corona.

Editor: Rina Eviana
reuters.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, JOGJA- Dari data update virus corona di Tanah Air terakhir, jumlah pasien positif COVID-19 tercatat sebanyak 1.285 orang.

Sementara jumlah pasien meninggal 111 orang dan yang sembuh 64 orang.

Pemerintah terus menyerukan kepada masyarakat untuk menerapkan physical distancing dan jika memungkinkan sebisa mungkin tetap berada di rumah.

Akhir dari wabah ini masih belum terlihat. Namun, di tengah suasana negatif ini, akan sangat membantu jika Anda mengetahui penelitian-penelitian yang memberikan harapan mengenai pengobatan dan pencegahan virus corona di masa depan.

Sukses dengan Tes Corona di Mobil, Korea Selatan Mulai Tes Sambil Jalan di Bandara
Sukses dengan Tes Corona di Mobil, Korea Selatan Mulai Tes Sambil Jalan di Bandara (news.sky)

Melansir Medical News Today, berikut adalah beberapa penelitian yang tengah dikembangkan para ilmuwan untuk menghadapi virus corona.

1. Berhasilnya langkah-langkah pengendalian infeksi

Para peneliti di Hong Kong mengevaluasi pengaruh wabah pada 43 rumah sakit umum di negara tersebut.

Langkah-langkah pengendalian infeksi yang diterapkan para tenaga medis berhasil melindungi mereka dari tertular virus selama masa studi. Selain itu, tidak ada infeksi yang didapatkan di rumah sakit. 

Dr. Vincent C.C. Cheng dan koleganya, dari Departemen Mikrobiologi Queen Mary Hospital di Hong Kong, menyimpulkan langkah-langkah pengendalian infeksi yang tepat dapat mencegah penularan virus pada tenaga kesehatan.

Memerhatikan kebersihan tangan, pemakaian masker bedah di rumah sakit, dan penggunaan peralatan pelindung pribadi yang tepat dalam merawat pasien merupakan kunci langkah-langkah pengendalian infeksi untuk mencegah penularan virus di rumah sakit.

Unik! Polisi India Pakai Helm Virus Corona untuk Kampanye Bahaya COVID-19

2. Tertular virus dapat melindungi diri dari infeksi ulang di masa depan

Sebuah studi menguji paparan SARS-CoV-2 terhadap empat kera rhesus. Para peneliti menginfeksi kembali dua dari empat kera setelah 28 hari dari infeksi yang pertama.

Sebanyak 96 uji nasofaring dan dubur terbukti negatif pada paparan kedua infeksi yang dikonfirmasi melalui euthasiana dan nekropsi salah satu dari kedua kera tersebut.

Hasil ini menunjukkan terinfeksi SARS-CoV-2 dapat melindungi dari paparan berikutnya dan ini akan berguna untuk merencanakan vaksin virus ini.

Martin Bachmann, seorang profesor vaksinologi di Oxford University mengatakan, "Bisa saya katakan, jika Anda terkena Covid-19 dan menjadi sangat sakit, saya yakin tubuh Anda akan membuat respons antibodi yang akan bertahan lama.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved