Update Corona di DI Yogyakarta

Cegah Penularan Virus Corona, Tiga Padukuhan di Sleman Lakukan Lockdown Mandiri

Cegah Penularan Virus Corona, Tiga Padukuhan di Sleman Lakukan Lockdown Mandiri

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Miftahul Huda
Warga melakukan penutupan jalan pintu masuk ke kawasan kampung untuk meminimalisir penularan virus corona 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lockdown Mandiri mulai masif dilakukan warga di sejumlah desa di DIY.

Pantaun Tribunjogja.com, beberapa desa mulai menutup akses masuk dan keluar para warga yang bukan penduduk asli dusun atau desa setempat.

Salah satu yang terlihat di Dukuh Gandok, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Terlihat spanduk bertuliskan "Lockdown" disertai tagar #stayathome dan #jagakesehatan, menutup gapura pintu masuk di empat Rukun Tetangga (RT) di padukuhan Gandok, Sabtu (28/3/2020).

Ketua RT 05-06, Dukuh Gandok, Desa Condongcatur, Agus Sugindro mengatakan, penutupan akses jalan tersebut sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Gandok.

"Penutupan hanya dilakukan sebagai upaya mengurangi masuk dan keluarnya warga yang dari luar daerah,"katanya.

Penutupan di Dukuh Gandok, lanjut Agus, tidak dilakukan secara total. Karena akses yang melalui pintu selatan padukuhan masih dibuka.

Namun, bagi warga yang keluar masuk dukuh tetap dilakukan protokoler pencegahan Covid-19.

"Tidak kami tutup total. Di sini kami tutup supaya pintu masuk hanya satu pintu saja, yakni di pintu Selatan padukuhan, biar bisa kami awasi secara ketat,"tegas dia.

Sri Sultan HB X Belum Ambil Kebijakan Local Lockdown untuk Yogyakarta

Inilah Orang yang Diduga Pasien Nol Virus Corona yang Berasal dari Pasar Seafood Wuhan

Adanya penutupan jalan tersebut, menurutnya tidak mengganggu mobilitas warga setempat.

Baik itu aktivitas bekerja mau pun utuk sekadar berbelanja.

"Saya rasa tidak. Karena kami masih ada akses lain. Pemberlakuan ini juga disetujui warga dan ketua RW,"ungkap pria berusia 53 tahun ini.

Meski sudah diberlakukan penutupan akses masuk dan keluar desa, pendataan warga yang melakukan mobilitas baik itu masuk mau pun keluar desa masih belum diberlakukan.

"Kalau pendataan untuk warga sekitar belum ada. Namun, kalau untuk warga dari luar desa, semua kami data dan berlakukan secara SOP sesuai arahan Pemda DIY,"tegas Agus.

Salah seorang warga RT 05, RW 56, Maria menyambut baik penutupan akses tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved