Kisah Inspiratif
Relawan Solidaritas Pangan Jogja Bagi-bagi Nasi Bungkus Setiap Hari
Aksi ini jadi wujud solidaritas kepada para pekerja informal yang mengalami kesulitan ekonomi seiring merebaknya wabah Covid-19 di DIY.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Mereka terdiri atas pemuda dan pemudi yang terbagi menjadi juru masak serta tim bagi-bagi makanan.
“Kami masak pukul 09.00 WIB, lalu bagi-bagi pukul 13.00 WIB pakai motor sendiri. Setiap hari kami bagi 50 bungkus nasi ke Pasar Prawirotaman dan Pasar Pasty,” jelas Bagas.
Adapun orang-orang yang selama ini menerima nasi bungkus gratis tersebut di antaranya tukang becak, pengemudi ojek online, serta tukang pengangkut sampah.
Setiap bungkus nasi mencakup nasi, sayur, dan lauk pauk yang lengkap.
“Hingga kini donasi dari masyarakat terus berdatangan. Ada yang memberi dalam bentuk uang. Ada pula yang memberi logistik bahan mentah, semisal beras dan telur. Hari ini (Jumat, 27/3/2020) ada yang mengirimkan sepuluh boks nasi,” papar pemuda kelahiran 24 Mei 1993 itu.
Menurut Bagas, logistik bahan mentah yang tersedia di Dapur Prawirotaman saat ini cukup untuk satu minggu ke depan.
Namun, donasi berupa uang yang sudah terkumpul kemungkinan cukup untuk satu bulan ke depan.
• Band Legendaris God Bless Nyanyikan Rumah Kita Akustik Untuk Donasi Hadapi Virus Corona
Di hari kedua beroperasi, Dapur Prawirotaman kedatangan relawan tambahan.
Dari yang sebelumnya enam orang, hari ini (Jumat, 27/3/2020) menjadi sembilan orang.
“Yang bertanggung jawab di sini selain saya ada Adi, Dendy, Vivi, dan Winih,” papar alumnus suatu universitas swasta di DIY itu.
Selama bekerja, para relawan berusaha mengikuti imbauan yang dikampanyekan pemerintah.
Misalnya, menggunakan APD saat distribusi dan membuat makanan.
“Hanya saja untuk jaga jarak selama di dapur yang mungkin agak susah. Tempat yang kami punya (ukurannya) terbatas. Di kondisi seperti saat ini, yang utama adalah menyelamatkan nyawa para pekerja yang tidak bisa makan,” tukas Bagas.
“Tapi kalau ada teman relawan yang sakit, kami larang membantu. Seperti hari ini ada yang tidak bisa ikut karena sakit, kami minta istirahat di rumah,” sambung Bagas.
Bagas pun mengeluhkan terkait APD yang sulit didapat dibanding hari-hari biasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/relawan-solidaritas-pangan-jogja-bagi-bagi-nasi-bungkus-setiap-hari.jpg)