Yogyakarta

Polda DIY Tertibkan Warga yang Bandel Keluar Malam

Penertiban tersebut rencananya akan digelar rutin setiap malam sembari menanti kondisi wabah Covid-19 kembali pulih.

Polda DIY Tertibkan Warga yang Bandel Keluar Malam
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Sebanyak 30 lebih personil anggota Direktorat Samapta (Dit Samapta) Polda DIY bubarkan kerumunan warga DIY yang masih tetap keluar rumah Kamis (26/3/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 30 lebih personil anggota Direktorat Samapta (Dit Samapta) Polda DIY bubarkan kerumunan warga DIY yang masih tetap keluar rumah Kamis (26/3/2020).

Mereka menyisir titik kumpul masyarakat seperti warung angkringan, rumah makan dan kedai kopi.

Pantauan Tribunjogja.com, banyak muda-mudi yang masih banyak bergerombol di angkringan dan juga kedai kopi.

"Patroli ini sebagai wujud antisipasi penyebaran wabah Covid-19. Semua titik kumpul kami tertibkan. Kami imbau agar tetap berada di dalam rumah," kata Dit Samapta Polda DIY Kombes Faried Zulkarnain saat dijumpai di lokasi.

BREAKING NEWS : Polda DIY Sweeping Kerumunan Masyarakat di Angkringan dan Tempat Makan

Rute yang disisir meliputi Jalan Ring Road Utara sampai menuju Jalan Agro, Karanggayam, Kecamatan Caturtunggal, Kabupaten Sleman.

"Ada dua tim yang kami sebar. Mereka menyisir seluruh tempat-tempat yang kerap dijadikan kumpul warga masyarakat. Semua kami bubarkan, khusus pemilik rumah makan, kami tegaskan untuk jangan melayani pembelian di tempat," imbuhnya.

Penertiban tersebut rencananya akan digelar rutin setiap malam sembari menanti kondisi wabah Covid-19 kembali pulih.

"Setiap hari kami lakukan. Baik siang maupun malam. Karena ini virus ini tidak terlihat, benar-benar harus dicegah," tegas Faried.

Kenali Perbedaan Batuk Gejala Virus Corona Covid-19 dengan Batuk TBC

Sementara itu, seorang warga, Yuli mengatakan, dirinya tidak setuju jika warga masyarakat harus dibubarkan.

Pasalnya, perempuan berusia 28 tahun ini pekerjaan sehari-harinya mengamen.

"Kalau dibubarkan, lah terus saya makan apa?" kata Yuli, usai disuruh petugas kepolisian untuk meninggalkan warung makan.

Ia pun mengaku tak peduli dengan imbauan tersebut. 

Karena satu-satu pekerjaannya saat ini tergantung dari ramainya masyarakat berkumpul.

"Besok saya tetap lanjut ngamen lagi, karena itu satu-satunya penghasilan saya," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved