Bantul

Diduga Kelelahan Pimpin Giat Penyemprotan Disinfektan, Lurah Selopamioro Hembuskan Nafas Terakhir

Menghembuskan nafas terakhirnya sebagai syuhada. Hal itu rasanya layak tersemat pada Kepala Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul, Himawan Sadjati, yang w

Diduga Kelelahan Pimpin Giat Penyemprotan Disinfektan, Lurah Selopamioro Hembuskan Nafas Terakhir
Istimewa
Lurah Selopamioro, Imogiri Bantul, Himawan Sajadti (keempat dari kiri, kaus putih) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menghembuskan nafas terakhirnya sebagai syuhada. Hal itu rasanya layak tersemat pada Kepala Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul, Himawan Sadjati, yang wafat pada Kamis (26/3/2020) siang.

Bagaimana tidak, berdasar dugaan awal, wafatnya Himawan disebabkan faktor kelelahan, usai memimpin langsung operasi penyemprotan disinfektan di seluruh penjuru wilayahnya, selama dua hari tanpa henti.

Salah satu warga Desa Selopamioro, Anang Zainudin mengatakan, sejak corona virus mewabah di kawasan Bantul, sosok Himawan ini yang memang paling getol melakukan antisipasi demi menyelamatkan warga.

"Ya, dalam dua hari terakhir ini, beliau memimpin sendiri penyemprotan (disinfektan) bersama seluruh relawan, serentak sekelurahan," katanya. 

Tri Rismaharini Semprot Surabaya dengan Drone Disinfektan dan Pasang Bilik Sterilisasi

Anang pun masih ingat betul, satu hari sebelum sang lurah meninggal dunia, yang bersangkutan meminta tolong padanya, untuk dibuatkan semacam video dokumentar, mengenai giat penyemprotan itu.

"Tapi, beliau tidak mau masuk dalam video (in frame), 'kula mboten sah di-shooting loh, mas' ya kurang lebih begitu pesan beliau," kata pria yang juga berpofesi sebagai jurnalis televisi tersebut.

Terang saja, ia sama sekali tidak menyangka, kalau permintaan tersebut, menjadi yang terakhir dari lurah nan karismatik ini.

Beruntung, hanya dalam satu hari saja, dirinya bisa menyelesaikan video tersebut.

"Ndilalah langsung tak edit, biasanya tiga, atau empat hari baru saya selesaikan. Alhamdulillah, saya masih bisa mengabulkan permintaan terakhir Pak Him ini," ungkap Anang.

Bahkan, lanjutnya, pada malam hari sebelum menemui ajal, Himawan masih sempat menghubunginya, untuk menanyakan perkembangan kasus Covid-19 di Bantul, sekaligus berkoordinasi untuk kelanjutan giat.

"Ya, tadi malam itu komunikasi terakhir sama beliau, terus pagi tadi dikabari beliau dibawa RS Panembahan Senopati. Teman yang ikut ke RS bilang meninggalnya mendadak karena kelelahan," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved