Madrid dan London Terancam Hadapi Dampak Covid-19 Lebih Buruk Ketimbang Lombardy di Italia

Madrid dan London menghadapi wabah Coronavirus yang lebih buruk daripada Lombardy di Italia

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP
Suasana stasiun bawah tanah Leicester Square di pusat London, Senin 23 Maret 2020. Pemerintah berjuang mempertahankan ekonomi karena pandemi virus coronavirus atau COVID-19. 

Di Spanyol, pihak militer meminta bantuan kemanusiaan NATO untuk memerangi virus corona baru ketika angka kematian nasional menyentuh 2.700 dan infeksi melonjak menuju 40.000.

Setelah Menteri Kesehatan Inggris, Kini Menteri Kesetaraan Hak Spanyol Positif Virus Corona

Menantang dengan Menggelar Pesta Virus Corona, Satu Remaja Akhirnya Benar-benar Tertular

Wilayah Madrid menderita dampak paling parah dari epidemi dengan 12.352 infeksi, hanya di bawah sepertiga dari total nasional. Angka kematiannya, 1.535 kematian, atau 57 persen dari angka nasional.

Di luar Eropa, di AS secara nasional angka kematian rendah. Namun garis kurva kematian New York terlihat melonjak, bisa menyalip Madrid.

Lebih dari 12.000 orang dinyatakan positif di kota dan 125 lainnya meninggal.

Kebijakan isolasi di seluruh negara mulai berlaku pada Minggu malam.

Para pejabat kesehatan mengatakan AS saat ini ada di jalur gawat menyusul tingkat sebaran wabah di China bulan lalu.

Di Jerman jumlah kasus Covid-19 meningkat menjadi 31.554. Data ini dicatat Robert Koch Institute.

Sebanyak 36 pasien meninggal pada Selasa, membuat total kematian di negara itu mencapai 149 orang.

Jerman memberlakukan pembatasan interaksi guna memperlambat penyebaran virus corona, termasuk larangan pertemuan lebih dari dua orang. (Tribunjogja.com/ DailyMail/BBC/RTNews/xna) 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved