Madrid dan London Terancam Hadapi Dampak Covid-19 Lebih Buruk Ketimbang Lombardy di Italia

Madrid dan London menghadapi wabah Coronavirus yang lebih buruk daripada Lombardy di Italia

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP
Suasana stasiun bawah tanah Leicester Square di pusat London, Senin 23 Maret 2020. Pemerintah berjuang mempertahankan ekonomi karena pandemi virus coronavirus atau COVID-19. 

TRIBUNJOGJA.COM, LONDON - Madrid dan London menghadapi wabah Coronavirus yang lebih buruk daripada Lombardy di Italia.

Data menunjukkan angka kematian dua kali lipat meningkat setiap dua hari.

New York diperkirakan akan menghadapi kesulitan yang sama, atau mungkin lebih berat.

Paparan ini dipublikasikan Daily Mail, Rabu (25/3/2020) WIB.

Analisis baru menunjukkan jumlah kematian di kota-kota tertentu dengan cepat melampaui angka kematian rata-rata nasional.

Pandemi Global Virus Corona
Pandemi Global Virus Corona (Science Alert)

Di London, kematian berlipat ganda setiap dua hari, sehari lebih cepat dari rata-rata di seluruh Inggris.

Analisa ini hasil penelitian Financial Times.

Dana kemanusiaan untuk menghadapi pandemi global ini terus meningkat karena lebih dari 415.000 orang telah terinfeksi penyakit mematikan ini, dan sudah ada lebih dari 18.000 kematian di dunia.

AS Siapkan Stimulus Ekonomi Senilai Dua Triliun Dolar untuk Hadapi Dampak Covid-19

Pneumonia Aneh Muncul di Italia Sejak Oktober 2019, Ahli Menduga Kemungkinan Virus Corona

Wilayah Lombardy, Italia, menggantikan posisi Wuhan di Cina, sebagai wilayah yang paling parah terkena dampak wabah virus Corona.

Pihak berwenang di Italia mengumumkan ada 743 kematian pada Selasa (24/3/2020), sehingga total korban tewas akibat virus Corona di negara ini menjadi 6.820 orang.

Pihak berwenang Italia percaya beberapa tindakan pembatasan yang diambil mungkin mulai berdampak setelah infeksi baru yang terdaftar resmi naik hanya delapan persen.

Seorang perawat yang mengenakan masker dan peralatan pelindung menghibur yang perrawat lain saat mereka berganti shift pada 13 Maret 2020 di rumah sakit Cremona, sebelah tenggara Milan, Lombardy, selama Italia lockdown.
Seorang perawat yang mengenakan masker dan peralatan pelindung menghibur yang perrawat lain saat mereka berganti shift pada 13 Maret 2020 di rumah sakit Cremona, sebelah tenggara Milan, Lombardy, selama Italia lockdown. (PAOLO MIRANDA / AFP)

Angka ini sama persentasenya dengan Senin, tingkat terendah sejak Italia mencatat korban pertama tewas pada 21 Februari 2020.

Lintasan virus yang menyebar cepat menunjukkan kota Madrid dan London bisa menjadi titik panas berikutnya dari wabah ini.

Di Inggris, 87 lebih banyak pasien meninggal semalam di Inggris, termasuk 21 di satu rumah sakit nasional di London.

Jumlah korban tewas di Inggris telah meningkat hampir enam kali lipat dalam waktu seminggu, dengan hanya 71 kematian yang dicatat Selasa lalu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved