Yogyakarta

Dampak Virus Corona, Proyek Tol Jogja-Solo dipastikan Mundur

Setelah tahap sosialisasi pembebasan lahan di wilayah DIY seluas 2.905 bidang berakhir, harusnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kemen

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kondisi rumah 25 KK yang terdampak proyek Jalan Tol Jogja-Solo di Desa Selomartani, Rabu (25/3/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tahap pengerjaan proyek Tol Yogyakarta-Solo terancam molor.

Penyebabnya proses pembebasan lahan yang seharusnya berakhir April harus diundur akibat virus Corona.

Setelah tahap sosialisasi pembebasan lahan di wilayah DIY seluas 2.905 bidang berakhir, harusnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kemen PUPR segera menggeber tahap konsultasi publik.

"Tahap konsultasi publik ini merupakan kesepakatan bahwa lahan warga tidak bermasalah dan warga mengizinkan lahannya bisa digunakan sebagai jalan tol," kata Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Kemen PUPR Yogyakarta-Solo, Galih Alfandi, saat dihubungi Tribunjogja.com Rabu (25/3/2020).

Galih menyebut, harusnya awal April proses konsultasi publik dan penetapan trase sudah berakhir.

Namun, akibat dampak dari virus Corona, tahapan pengerjaan tersebut sedikit terhambat.

Jalan Tol Yogyakarta-Solo Akan Memakan 2.906 Bidang

"Akhirnya mau tidak mau harus diundur. Karena pertimbangan keselamatan akibat virus Corona," katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, baru enam desa yang sudah melalui tahapan konsultasi publik dan penetapan lahan.

Enam desa tersebut diantaranya, Desa Bokoharjo, Solomartani, Tirtomartani, Tamanmartani, Tirtonadi, Tlogoadi.

"Yang satu lagi Desa Purwomartani, data lengkapnya ada di kantor. Tapi yang pasti baru enam desa yang sudah ditetapkan, kurang delapan desa lagi. Itu untuk Jogja-Solo," tuturnya.

Awalnya, Kemen PUPR menunda tahapan pengerjaan sampai bulan April.

Berhuhung kondisi penyebaran virus semakin masif, penundaan penetapan jalur mundur sampai waktu yang belum ditentukan.

"Ya sampai menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, kapan kira-kira bisa berjalan kembali,"tegasnya.

Mundurnya tahapan alur pengerjaan kali ini, menurut Galih, juga berpengaruh pula terhadap deadline pengerjaan proyek.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved