Lifestyle
Tips Dampingi Anak Selama Masa Belajar di Rumah
Keterbatasan aktivitas di rumah dapat menimbulkan kebosanan yang membuat anak menjadi rewel dan membuat orang tua emosional.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
“Aktivitas fisik bersama misalnya senam atau menari juga bagus dilakukan, karena di samping fun juga sekalian untuk olah raga,” kata dia.
Jika anak-anak sudah remaja atau mendekati dewasa, tantangan fisik mungkin sudah tidak ada.
Namun biasanya anak remaja cenderung lebih sulit diatur, dan konflik orangtua-anak mungkin timbul karena anak tidak mengikuti rutinitas yang seharusnya.
Ia mencontohkan seperti misalnya anak tidak mau belajar dan hanya menghabiskan waktunya untuk main gadget dan tidak mau terlibat dengan kegiatan di rumah.
• Belajar Online Dilakukan Sesuai Jam Belajar Sekolah
Masalah ini, menurutnya, juga tidak sederhana karena jika konflik berlangsung intens, anak mungkin saja justru memilih pergi dari rumah dan berkumpul dengan teman-temannya, yang justru mendatangkan masalah baru.
“Tipsnya saya rasa orang tua perlu menjalin komunikasi dengan anak, mau mendengarkan anak dan mengajak mereka untuk berbicara, meminta pengertian dan kerjasama anak, dan memberi penguatan saat anak menunjukkan perilaku yang positif. Sebisa mungkin hindari komunikasi yang sifatnya mencereweti, ajak anak untuk berdialog dua arah,” jelasnya.
Kalau orang tua memiliki waktu luang, disarankan agar dapat bermain bersama anak remaja, menyepakati pembagian tugas dalam keluarga, dan melibatkan anak dalam kegiatan rumah tangga.
Jika keluarga dapat mengelola kondisi dengan baik, maka dapat mendatangkan pengaruh positif dan kesehatan mental akan terjaga.
"Jangan lupa untuk mengajak anak, berapapun usianya yang sudah mengerti, untuk berdialog tentang situasi terkini dengan bahasa dan konten yang sesuai usia anak,” katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tips-dampingi-anak-selama-masa-belajar-di-rumah.jpg)