Yogyakarta
Belajar Online Dilakukan Sesuai Jam Belajar Sekolah
Kepala Balai Teknik Komunikasi Pendidikan DIY Edy Wahyudi menjelaskan bahwa sekolah diberikan kebebasan untuk menggunakan platform yang akan dipakai s
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Balai Teknik Komunikasi Pendidikan DIY Edy Wahyudi menjelaskan bahwa sekolah diberikan kebebasan untuk menggunakan platform yang akan dipakai saat menggelar pembelajaran secara online.
"Ada 11 item yang bisa dipakai untuk belajar online di rumah. Mau menggunakan Rumah Belajar yang dikeluarkan Kemendikbud, juga tidak masalah. Kami ada Jogja Belajar Class (JBC), salah satu dari semua itu dan gratis," ujarnya, di Kepatihan, Kamis (19/3).
Edy mengatakan bahwa JBC sudah ada dan dimulai sejak 2015. Terdapat pembelajaran kelas maya yang sudah pernah digunakannya oleh beberapa sekolah dalam menerapkan pembelajaran online.
• Pelajar DIY Akan Ikuti KBM Online pada 23-31 Maret 2020
"Pembelajaran kelas maya mempercepat dan mempermudah proses KBM dengan para peserta didiknya. JBC menjadi alternatif pembelajaran di rumah," bebernya.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan hal yang masih kurang. Pihaknya telah memiliki bandwidth 200Mb per detik yang secara teori telah mumpuni dan juga sudah melakukan upaya pembenahan server yang ada termasuk UPS.
"Dari sisi listrik, bila padam kami sudah siapkan genset," ungkapnya.
Secara teknis, Edy mengungkapkan bahwa JBC menjadi salah satu alternatif pembelajaran dengan konsep memindahkan kelas konvensional ke kelas maya.
• Pelajar di DIY Belajar Online di Rumah 23-31 Maret 2020
"Teknisnya tidak melalui video conference karena pernah kita adakan malah boros kuota. Guru itu nanti bisa ngunduh materi di kelas maya, sementara di kelas maya, murid sudah siap di kelasnya," urainya.
Ia menjelaskan pembelajaran yang tadinya berkumpul di lakukan di rumah, dari pagi sampai sore seperti mereka belajar di sekolah sehari-hari.
"Tujuannya adalah untuk memantau agar anak tidak keluar rumah di saat jam belajar," ucapnya.
Terkait mekanisme pengajaran yang dilakukan pihak guru, Edy mencontohkan, misal di jenjang SD, terdapat yang nmanaya guru kelas.
"Guru kelas III akan berinteraksi melalui JBC. Kayak WA grup tapi kalau WA gampang penuh. Masing-masing medsos ada kelebihan dan kekurangan. Saya mengamati sekolah yang sudah meliburkan siswanya dan memakai WA grup, tugas dikirim ke WA orang tua, orang tua print, tugas dikasihkan anak," ucapnya.
Selanjutnya, untuk SDM yakni para guru, Edy mengatakan tak akan kesulitan terutama bagi guru muda maupun guru senior yang telah melek teknologi.
"Kami memaklumi guru yang sudah sepuh, dalam hal IT kurang. Kita lakukan pendampingan. Guru yang canggih IT mendampingi guru yang mempunyai keterbatasan di IT," urainya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-balai-teknik-komunikasi-pendidikan-diy-edy-wahyudi-2.jpg)