Kulon Progo
Antisipasi Penyebaran COVID-19, Disnakertrans Kulon Progo Tunda Pelatihan
Untuk mengantisipasi virus Corona, maka pelaksanaan pelatihan WUBT diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Penulis: Andreas Desca | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Menindaklanjuti himbauan Pemerintah dan untuk anstisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19), beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten (Disnakertrans) Kulon Progo, terutama yang bersumber ataupun bekerja sama dengan Kemenaker dan Lembagalainnya, untuk sementara waktu di tunda pelaksanaannya.
Kepala Dinas Nakertrans Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana, mengatakan untuk mengantisipasi virus Corona dan dalam mengikuti kebijakan pemerintah maka pelaksanaan pelatihan Wira Usaha Baru Terintegrasi (WUBT) yang didanai oleh Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP Bekasi) Kemenaker RI diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan.
• Tips Work From Home, Bekerja Nyaman dari Rumah untuk Cegah Penyebaran Virus Corona
Menurutnya, pelatihan WUBT tahap kedua yang rencananya diselenggarakan mulai 17 Maret selama lima hari, berdasarkan informasi dari BBPP Bekasi diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan.
"Sekali lagi ini hanya diundur waktunya saja bukan dibatalkan, untuk itu mohon pengertiannya kepada semua peserta dan ini sekaligus sebagai pengumuman, karena memang dampak Corona ini kan semuanya, bukan hanya Kulon Progo saja," katanya, Rabu (18/3/2020).
Sedangkan, lanjutnya, pelatihan yang diselenggarakan oleh Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug di Kabupaten Kulon Progo, yakni Diklat Porter Handling dan Diklat Pencegahan dan Pemadaman Api yang bersumber dana dari Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPI Curug), pelaksanaannya masih menunggu hasil keputusan rapat di PPI Curug.
• Kenali Perbedaan Batuk Biasa, Batuk TBC dan Batuk karena Virus Corona
"Dalam waktu dekat PPI Curug akan menggelar pelatihan Porter Handling dan Teknik Pencegahan dan Pemadaman Api dengan jumlah 300 peserta, namun saat ini masih proses pendaftaran di Dinas Nakertrans Kulon Progo," katanya.
Sementara itu, terkait pelatihan yang sudah berjalan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kulon Progo, Eko telah minta kepada Kepala UPT BLK dan seluruh instruktur serta peserta tetap tenang dan tidak perlu panik.
Menurutnya saat ini yang perlu diperhatikan yakni untuk selalu menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Sering mencuci tangan dengan benar memakai sabun, jangan usap mata, hidung dan mulut jika tangan tidak bersih. Selain itu, jaga kontak langsung sesuai anjuran dari pakar kesehatan dan setelah pulang pelatihan jika bisa dihimbau untuk tidak keluar rumah jika dirasa tidak penting," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kulonprogo_20180731_185841.jpg)